ss4-1

RIP Samuel Franklyn

Aku mengenal Samuel Franklyn sebagai sesama blogger di Sabdaspace. Di blog keroyokan punya Ylsa Sabda ini, Sam banyak menulis pengajaran alkitab. ...

FP 33

Jangan Tunggu Kesempatan!

  Memegang hasil cetakan renungan anak Footprints volume 33, mata saya hampir tidak percaya. Saya dan bersama teman-teman akhirnya dapat ...

gwen-stephani

Gwen Stefani Menguatkan Bocah yang ...

[caption id="" align="alignnone" width="548"] Gwen dan Brandon[/caption]Gwen Stefani melihat seorang ibu mengangkat kertas lebar saat sedang konser di...

pkemon

Pokemon Go itu Mencari Jejak ala Pr...

Pokemon bangkit lagi dari kuburnya. Sebagaimana sepuluh tahun yang lalu, Pokemon telah menggegerkan dunia maya, dalam kebangkitannya kali ini juga...

Catatan Pribadi

ss4-1

RIP Samuel Franklyn

Aku mengenal Samuel Franklyn sebagai sesama blogger di Sabdaspace. Di blog keroyokan punya Ylsa Sabda ini, Sam banyak menulis pengajaran...

Inspiratif

gwen-stephani

Gwen Stefani Menguatkan Bocah yang Di-bully

[caption id="" align="alignnone" width="548"] Gwen dan Brandon[/caption]Gwen Stefani melihat seorang...

Tips Menulis

Undangan Pelatihan Penulis Kristen

  Jangan lewatkan kesempatan berharga untuk bisa mengembangkan diri dalam bidang penulisan (khususnya kristiani). Hadirilah "Pel...

Pengalaman Pribadi

2-sarcastic-dumb-heads

Perundungan

Tiga puluh tahun yang lalu, aku mengagumi seorang guru yang cukup terkenal sekabupaten. Prestasinya segudang dan namanya cukup kondang. Yang...

Kuliner

PhotoGrid_1389098334989

Klangenan Kuliner Korea

Sebagai penghargaan karena mau ke dokter gigi, kami mengajak Kirana untuk makan enak. Kirana minta untuk makan di restoran Jepang. Saya me...

RIP Samuel Franklyn

ss4-1

Aku mengenal Samuel Franklyn sebagai sesama blogger di Sabdaspace. Di blog keroyokan punya Ylsa Sabda ini, Sam banyak menulis pengajaran alkitab. Meskipun berprofesi sebagai programer komputer, Sam juga memiliki pengetahuan Alkitab yang baik. Dulu bahkan dia pernah merintis sebuah gereja bersama dengan temannya. Rintisannya itu berhasil dan tampaknya temannya ini ingin berperan dominan. Maka dia mengalah dan memilih untuk melepaskan rintisannya itu.

ss2-1

 

Sam menyampaikan Firman di Kopdar Sabdaspace

Ketika itu, Sabdaspace mulai ramai dan banyak blogger yang mendaftarkan diri. Diskusi di kolom komentar sering panas dan berisik seperti di pasar Klewer. Itu sebabnya kami menjuluki situs ini seperti pasar Klewer.
Sam memposisikan dirinya Sentinel atau semacam ksatria penjaga perbatasan. Jika ada blogger yang sudah melewati batas dalam berpendapat, maka Sam akan mengingatkannya. Tapi jika orang itu nyolot, maka Sam tidak segan-segan untuk menegur dengan keras. Bahkan sampai memaki.

Tidak hanya di dunia maya. Di dunia nyata, debat ini juga berlanjut. Suatu kali aku, Hai Hai dan Samuel mengadakan kopdar di Mal Taman Anggrek. Saat itu ada perayaan ulangtahun Samuel. Rupanya kopdar itu tercium oleh musuh debat Hai Hai. Maka dia pun ikut menyeruak  ke Mal Taman Anggrek. Alih-alih ikut menyelamati Sam yang sedang ulang tahun, orang itu malah mengajak debat yang sengit. Saking panasnya debat itu, Hai Hai melayani debat sambil mengacung-acungkan pisau yang sedianya akan digunakan untuk memotong kue ulangtahun.

ss-1

Debat sengit di ultah Sam

Jika sudah terlibat dalam perdebatan, maka Sam seperti ksatria yang mampu bertarung dengan waktu yang lama. Dia telaten dan piawai menangkis serangan lawan. Aku tidak begitu suka berdebat. Ketika ada orang yang mendebat, biasanya aku mengalah. Tapi Sam tidak rela. Beberapa kali Sam membelaku, tanpa aku minta, dalam debat itu.
Ketika raganya lemah beberapa blogger Sabdaspace mengusahakan supaya Sam tetap bisa bekerja sambil berbaring. Sebagai programmer, dia bisa mengerjakan tugas dari kamar. Untuk itu, teman-temannya membuatkan kerangka besi untuk menahan laptop di atas badan Sam

Ketika akhirnya kondisi Sam mendapat perhatiam orang banyak, banyak orang yang bersimpati kepadanya, bahkan sampai menteri Kominfo datang ke kamar kos-kosannya, Sam tidak menggunakan aji mumpung. Dia bukan tipe orang yang suka merengek-rengek minta belas kasihan. Dia tidak memanfaatkan situasi itu untuk kepentingan diri sendiri.

Sam adalah orang yang tegar. Sebagai kesatria penjaga perbatasan, dia sudah terbiasa hidup sendiri. Dia bukan tipe perengek.

Waktu kuintip wall di FBnya, salah satu postingan terakhirnya adalah membagikan info kemenanganku dalam lomba menulis. Saat masih sehat, Sam sering menjempoli postinganku.

Tepat di ulangtahunmu, Tuhan memanggilmu. Selamat jalan dengan gagah Sam. Aku tahu, kamu tidak suka ditangisi. Semoga di sorga nanti, kamu mendapat tugas sebagai penjaga perbatasan sorga. Tampaknya kamu menikmati peran sebagai Sentinel.

ss3-1

Kopdar di Tawangmangu

Bagikan:

Jangan Tunggu Kesempatan!

 FP 33
Memegang hasil cetakan renungan anak Footprints volume 33, mata saya hampir tidak percaya. Saya dan bersama teman-teman akhirnya dapat menerbitkan renungan yang membahas dari kitab Matius sampai dengan Wahyu secara tuntas.
Dulu, saat memutuskan mulai menerbitkan renungan anak Footprints sempat terbersit kegamangan, mampukah kami melakukannya?
Kami punya mimpi ambisius yaitu mengajak anak membaca Alkitab secara khatam. Jangankan anak-anak, orang dewasa saja sangat sedikit yang sudah membaca alkitab tuntas. Dan yang ini adalah mengajak anak-anak…fiuh…berat.
Problem pertama adalah mendesain renungan yang disukai anak-anak. Berbekal pengalaman sebagai penulis dan editor, maka kami pun merancang dummy renungan.
Masalah kedua adalah duitnya darimana? Butuh modal untuk mencetak renungan setidaknya untuk empat-enam edisi karena pembayaran dari toko buku baru akan diterima sekitar 4-6 bulan kemudian, yang dapat digunakan sebagai ongkos cetak. Puji Tuhan, dengan cara yang ajaib, Tuhan menggerakkan orang-orang dan lembaga yang memberikan solusi bagi kami.
 
Raja Salomo menulis “Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai.” (Pengkhotbah 11:4)
Orang yang telah diberi visi oleh Tuhan harus mengambil kesempatan. Barangsiapa menunggu cuaca yang baik, tidak akan pernah menanam benih. Barangsiapa takut bahwa setiap awan akan membawa hujan, maka tidak akan pernah memanen hasil. Kita harus pro-aktif dalam mencari kesempatan untuk melayani Tuhan. Jangan diam menunggu. Itulah pelajaran yang kami dapatkan.
Konfusius berkata, “pekerjaan memindahkan gunung dimulai dengan memindahkan kerikil.” Jika kita selalu menunggu, maka tidak pernah ada kesempatan. Kesempatan itu didapatkan saat kita mulai bergerak.
 
Kini, kami memulai menulis renungan yang diambil dari Perjanjian Lama. Terus terang ada perasaan gamang lagi bila membayangkan harus menulis renungan dengan mengambil bacaan dari Bilangan yang penuh angka-angka atau Kidung Agung yang erotis. Tapi kalau jika bukan kami yang memulainya, mungkin saat ini tidak ada penulis yang berani menjamahnya. Kiranya Tuhan memberi hikmat dan kuasa-Nya kepada kami.
Bagikan:
badge