August 30 2010Beri Komentar!

Kategori: Jurnal

Museum Merapi

Museum Merapi

Ngapain sih ke Kaliurang? Apa yang bisa dikunjungi di sana? Paling kan cuma lihat hutan di bukit Turgo, lalu beli jadah mbah Carik. Kalau untuk keunjungan sesaat Kaliurang memang tidak punya jujugan wisata yang menarik. Kalau berwisata ke Kaliurang memang sebaiknya menginap. Namun sekarang tidak perlu bingung jika hanya bisa berkunjung dalam hitungan jam. Ada tempat wisata baru yaitu museum Merapi. Untuk mencapai lokasi, dari Jogja menuju Kaliurang. Sesampai di Panti Asih atau Disaster Oasis, lalu belok kiri. Sekiitar 1 km, belok kanan. Jalanan menanjak. Sesudah pintu retribusi, belok kanan kembali. Tiket masuk Rp. 3.000,- Secara pribadi, saya menilai koleksinya kurang beragam karena kebanyakan hanya mengandalkan visual dua dimensi. Yang paling menarik adalah benda-benda rusak akibat letusan Merapi.

Kirana

Share

Memperdayakan atau Memberdayakan dengan Handphone?

August 25 2010Beri Komentar!

Kategori: Artikel

Siang itu ada yang memanggil handphone-ku. Nomornya 081282904477, tidak tersimpan dalam buku telepon. “Nama saya Suroso, “si penelepon memperkenalkan diri. Namanya khas suku Jawa, tapi logatnya jelas sekali berasal dari Indonesia Timur. “Saya  dari kementerian agama propinsi Jawa Tengah.” Mendengar dia menyebutkan tempat kerjanya, aku langsung waspada. Pertama, “kementerian agama” itu tidak lazim untuk lembaga setingkat propinsi. Biasanya nama yang digunakan adalah Departemen Agama. Kedua, ini modus lama. Akan kuceritakan nanti.

“Kami mengundang bapak mewakili Sekolah Minggu GKI untuk mengikuti Seminar Teologi. Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi bapak Suwasono di nomor 0812-8440-7191. Aku lalu berlagak bego dan menunjukkan kalau berminat dengan mengajak bicara berlama-lama. Setelah puas mempermainkan dia, aku membual: “Saya kenal semua pegawai di kementerian agama di propinsi Jawa Tengah. Tak ada yang namanya Suwasono.”

“Siapa yang bapak kenal?” tanyanya dengan nada tinggi.

“Tidap perlu saya sebutkan namanya. Tapi yang jelas, tidak ada yang namanya Suwasono atau Suroso yang bekerja di sana,” kataku menggertak dia, “Kamu jangan coba-coba menipu aku,”

“Tut…tut….tut….” Tiba-tiba sambungan telepon terputus.

Beberapa hari sebelumnya, ada kiriman SMS dari nomor yang tidak dikenal. Dia mengaku bernama Sucipto dan meminta minta transfer pulsa sebesarr 20 ribu ke nomor 0852-9831-6068 . Alasannya untuk menghubungi saudaranya yang kecelakaan. SMS itu dikirim menggunakan nomor 0831-3901-6552.

***

Teknologi komunikasi itu seperti pisau dapur. Di satu sisi bisa untuk membantu pekerjaan manusia, di sisi lain dapat disalahgunakan untuk mencelakai orang lain. Pada kasus pertama, si pelaku memanfaatkan fasilitas menelepon murah ke nomor sesama operator. Mereka menggunakan fasilitas TalkMania Simpati untuk menelepon nomorku. Pola serupa sudah diterapkan pada tahun 2006. Waktu itu, aku melibatkan diri pada posko kemanusiaan untuk korban gempa di Klaten. Untuk mempermudah komunikasi, maka setiap relawan dilengkapi dengan hp fren.

Pukul 17:11, telepon Fren-ku berbunyi. Di layar HP tertera nomor 08886320127 yang memanggil. Nomor ini belum masuk dalam phonebook. Isteriku yang mengangkat. “Halo, nama saya Drs. Wawan Setiawan dari Fren,” kata si penelepon,”dengan siapa saya berbicara?” Isteriku menyebutkan namanya. “Ibu tinggal dimana?” tanya si penelepon. Isteriku menyebutkan kota tempat kami berdomisili.

“Kami mengucapkan selamat. Nomor Ibu ini telah memenangkan undian dalam rangka bulan Ramadhan,” kata si penelepon dengan suara yang bergembira. Sampai di sini, aku mulai curiga. Maka kuambil alih telepon.

“Halo, Bapak siapa?” tanya orang yang mengaku Wawan Setiawan. Kujawab bahwa aku suaminya.

“Nama Bapak siapa?”

“Joko” jawabku berbohong.

“Saya dari Fren, memberitahukan bahwa Bapak Joko memenangkan hadiah undian dalam rangka bulan Ramadhan. Hadiah ini bebas pajak. Apakah Bapak punya buku tabungan untuk mentransfer hadiah?”

“Tunggu dulu,” aku menyela,”bagaimana saya bisa memastikan bahwa Anda benar-benar dari Fren dan ini bukan penipuan. Apa buktinya?”

“Kalau Bapak tidak percaya, silakan lihat di LaTivi nanti malam,” jawab Bapak itu.

“Saya tidak mau menunggu nanti malam,”sergahku,” Sekarang saya minta Anda meyakinkan saya bahwa Anda benar-benar dari Fren dan bahwa ini bukan penipuan!”

“Ya buktinya sekarang ini kita sedang saling mencocokkan data. Pembicaraan ini direkam, makanya jangan sampai pembicaraan kita ini putus,” jawab orang di seberang. Kelihatannya dia mulai jengkel.”Sekarang saya ingin tahu, apakah Bapak punya buku tabungan? Di Bank apa?”

“Saya tidak punya buku tabungan” jawabku berbohong.

“Bagaimana kalau kartu ATM?” tanya orang itu.

“Tabungan saja tidak punya, apalagi kartu ATM,” jawabku.

“Bagaimana kalau Bapak mengambil sendiri hadiahnya? Bapak bisa mengambil di kantor kami di jl. Kebun Sirih” kata orang itu.

“Rumah saya jauh dari Jakarta,” jawabku.

“Apakah Bapak tidak punya Saudara di Jakarta?” tanya si penelepon.

“Tidak punya” jawabku, lagi-lagi berbohong. Padahal mertuaku ada di Jakarta.

Tidak terdengar suara dari seberang. Rupanya dia telah memutuskan sambungan telepon.

Sejak semula saya sudah mencurigai bahwa ini adalah usaha penipuan karena ada beberapa kejanggalan:

1. Si penelepon menanyakan nama orang yang ditelepon. Mestinya, kalau ingin memberitahukan kemenangan, dia sudah tahu siapa yang akan ditelepon.  Ketika saya mengaku dengan nama “Joko”, si penelepon percaya begitu saja. Padahal nomor telepon itu terdaftar atas namaku. Kalau dia benar-benar dari Fren, dia mestinya bisa memeriksa database-nya.

2. Si penelepon melakukan blunder dengan menyebut nama LaTivi. Kalau mau membuat acara pengundian pemenang, maka Fren pasti akan memilih stasiun TV yang masih “bersaudara” dengannya yaitu group MNC (TPI, RCTI, Global). Pemegang saham Fren adalah pemegang saham MNC juga.

3. Pengambilan hadiah bisa diwakilkan oleh orang lain. Memang dengan surat kuasa bisa saja dilakukan, tapi biasanya penyelenggara undian berharap pemenang menerima langsung. Ini untuk kepentingan publikasi.

Si penipu berani menelepon karena ongkos telepon antar Fren memang murah.  Biasanya jika sang mangsa terpikat, dia digiring untuk pergi ke ATM terdekat. Selama itu, hubungan telepon tidak boleh terputus. Dengan teknik persuasi yang tinggi, si penelepon menggiring sang mangsa untuk mentransfer uang ke rekeningnya.

***

Kembali ke cerita yang pertama. Orang yang mengaku Suroso ini telah mengerjakan PR dengan baik. Nampaknya dia sudah mempelajari lebih dulu profil calon korbannya. Itu sebabnya, saat menelepon dia sudah menyebut namaku dan asal gerejaku. Darimana dia mendapatkan data-data ini? Kemungkinan besar dari internet, atau lebih spesifik lagi dari facebook. Di situ, data profilku memang diisi dengan sebenarnya.

Teknik ini sebenarnya juga tidak terbilang baru. Pada tahun 2007, telepon di rumah kami berdering. “Apa betul ini (menyebut nama gereja kami)?” tanya penelepon. Dari suaranya, kelihatannya berdialek dari Indonesia bagian Timur.

“Ini rumah pastori. Silakan Bapak telepon kantor gereja,” jawabku.

“Apakah bisa bicara dengan pendetanya?” si penelepon tidak menggubris jawabanku.

“Ini darimana?” tanyaku.

“Saya dari Depag,” jawab suara di seberang [Cling.....! Aku teringat peristiwa serupa setahun sebelummnya].

“Apa yang bisa saya bantu?” tanyaku.

“Apa bisa bicara dengan pendetanya?”

“Ya saya pendetanya,” jawabku berbohong. Padahal yang menjadi pendeta itu isteriku.

“Nama Bapak siapa?” tanyanya [Lho...Anda yang menelepon, tapi Anda tidak tahu siapa yang akan Anda telepon, batinku].

“Lho Anda mencari siapa?” tanya saya mengelak.

“Saya mencari pendetanya”

“Ya saya pendetanya.” [Isteriku melihat sambil tersenyum-senyum]

“Oke, kalau begitu Bapak diminta untuk menelepon Dirjen Pembimas Kristen, Bapak….(menyebut seorang nama Jawa dengan nama baptis).”

“Ada perlu apa saya harus menelepon beliau?” tanyaku.

“Ada urusan yang sangat penting” jawabnya.

“Yang punya kepentingan itu ‘kan dari Depag. Kalau memang itu sangat penting, mengapa bukan bapak dirjen Pembimas sendiri yang menelepon ke sini. Mengapa saya yang harus menelepon?” jawabku.

Tuuuut…tuuuuut….tut!!! Telepon dimatikan.

Mungkin saya telah bersikap ketus dan kasar. Tapi ini bukan pengalaman yang pertama. Setahun sebelumnya, isteriku menerima telepon yang mengaku dari Depag.  Si penelepon mengatakan bahwa gereja kami akan menerima bantuan dari Depag. Namun ujung-ujungnya, mereka minta duit. Saat itu isteriku menjawab, “Kalau bantuan itu memang benar, silakan kirim surat resmi ke Majelis Jemaat gereja. Nanti kami akan menanggapinya secara resmi.” Saat itu juga telepon diputus.

***

Meski dapat disalahgunakan, tetapi teknologi komunikasi ini juga dapat dimanfaatkan untuk kebaikan. [Dan memang mandat asli untuk teknologi memang untuk menyejahterakan umat manusia]. Contohnya adalah layanan SMS massal untuk komunitas. Dengan memanfaatkan tarif murah untuk SMS, maka kita dapat mengembangkan sistem informasi berbasis SMS. Biayanya cukup murah. Hanya dengan membayar Rp. 10.000,-/bulan, maka kita bisa mengirimkan ratusan ribu SMS ke semua operator. Paparan selengkapnya dapat dilihat di sini.

Teknologi SMS juga dapat dikembangkan untuk kepentingan sistem peringatan dini kegempaan. Begitu terjadi gempa, maka dalam hitungan menit kita langsung menerima info gempa mulai dari lokasi dan kekuatannya, serta apakah berpotensi tsunami.  Sistem sederhana ini memanfaatkan layanan SMS dari Twitter. Berikut caranya:
Twitter

  1. Daftarkan diri dan log in ke Twitter.
  2. Pada dashboard Twitter klik tab “Mobile.”
  3. Pada menu dropdown “Choose your country”, pilih Indonesia
  4. Pilih operator HP Anda (3, Esia, Indosat, Flexi, Telkomsel, XL)
  5. Masukkan nomor HP Anda
  6. Klik tombol “Start” untuk melakukan verifikasi nomor.
  7. Ambil HP Anda, kirim SMS dengan teks “GO” ke 89887
  8. Tunggulah sampai mendapatkan konfirmasi dari Twitter.

Langkah berikutnya adalah mem-follow akun Twitter milik BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) atau search dengan kata kunci “infogempabmg”. Klik tombol follow. Selain lewat web, Anda juga dapat mem-follow dengan mengirim SMS ke 89887 dengan teks: “FOLLOW infogempabmg.” Sampai di sini, Anda sudah menjadi pengikut infogempabmg
Twitter

Untuk mendapatkan update informasi gempa via SMS. Ada dua pilihan cara:

Cara pertama, klik tombol dengan simbol HP di bawah logo “infogempabmg.” Jika warnanya berubah hijau, berarti berhasil.

Pilihan lain kedua dengan mengiriman SMS ke 89887 dengan teks “GET infogempabmg.”
Twitter

Sudah begitu saja. Tinggal tunggu saja terjadinya gempa (bukan berarti mendoakan agar terjadi gempa, tapi pada kenyataannya kita ini hidup di atas sarang gempa). Begitu terjadi gempa dengan kekuatan di atas 5 SR, maka BMKG akan otomatis mengirim pesan ke Twitter untuk update status “nfogempabmg.”. Begitu status ter-update, maka kita akan secara otomatis akan mendapatkan pemberitahuan dari Twitter.

Silakan coba!

Share

SMS Murah, Meriah, Massal

August 25 2010Beri Komentar!

Kategori: Artikel

Saya ingin berbagi informasi tentang SMS massal. Saat ini saya sedang mengembangkan sebuah sistem informasi massal menggunakan SMS untuk GKI Klaten. Dengan sebuah software gratisan, maka saya dapat mengirimkan ratusan SMS dalam sekali klik, secara serentak. Saya mengembangkan isitem informasi ini untuk gereja dan tim tanggap bencana. Kegunaannya macam-macam, tapi terutama untuk penyampaian info darurat. Misalnya, jika ada salah seorang membutuhkan donor darah, maka saya dapat mengirimkan SMS pemberitahuan ke ratusan orang. Juga bermanfaat untuk mengirimkan undangan acara atau pemberitahuan layatan.
Bagaimana dengan pulsanya? Saya menggunakan nomor 3. Dengan membayar Rp. 550,-/hari, saya bisa mengirimkan SMS dengan jumlah tak terbatas ke semua operator dari pukul 08.00-18.00. Alternatifnya adalah menggunakan AXIS yang gratis 10.000 SMS.
Jika Anda terlibat dalam organisasi dengan jumlah anggota yang banyak, silakan gunakan sistem ini. Alat-alat apa saja yang dibutuhkan?

1. Komputer dengan slot USB
2. HP Siemens C55 atau Nokia seken (Saya merekomendasikan Siemens C55 karena murah dan handal)
3. Kabel data+driver
4. Nomor perdana+pulsa (3, AXIS atau XL)
5. Software SMS massal yang bisa diunduh gratis di sini

Cara pemasangan:
1. Unduh Gili Software dan install di komputer
2. Pasang nomor perdana ke HP dan colokkan ke komputer menggunakan kabel data.
3. Instal driver yang diminta
4. Jalankan program Gili
5. Masukkan nomor kontak
6. SMS massal siap beroperasi

Catatan:

  1. Harap tidak sembarangan memasukkan nomor HP seseorang. Minta persetujuan lebih dulu apakah dia bersedia menerima kiriman SMS Anda.
  2. Software ini berpotensi disalahgunakan untuk penipuan. Jangan sampai Anda tergoda untuk melakukannya.
  3. Teman saya menggunakan Sony Ericsson W880i dan BERHASIL.
  4. 4.Kekurangan sistem ini, tidak dapat mengakomodasi jemaat yang belum punya HP. Sebaiknya sistem ini tidak buru-buru meninggalkan sistem informasi yang lama. Posisikan dulu sebagai pelengkap. Namun dengan semakin murahnya harga HP, sepertinya di setiap keluarga minimal sduah ada satu HP.
FAQ
1. Apa bedanya SMS Massal dengan SMS Broadcast yg dilakukan perusahaan2 dgn sandi nama perusahaannya?
Program ini sebenarnya tidak ubahnya dengan pengiriman manual menggunakan HP biasa. Bedanya, jika kita mengirimkan SMS kepada 100 nomor, maka kita harus memencet ratusan kali untuk mengirimkannya. Dengan program ini, maka kita cukup memencet satu kali. Software ini tidak dapat untuk MASKING (menganti nomor pengirim dari numerik menjadi alfanumerik). Jadi yang tampil di penerima SMS tetap nomor HP yang digunakan. (Mengingat banyaknya penipuan yang menggunakan masking ini, beberapa provider mulai memperketat penggunaan nomor masking. Dengan masking, seseorang bisa mengirim pesan yang seolah-olah berasal dari INDOSAT, TELKOMSEL dan lain-lain untuk menipu).
2. Apa pemasangannya harus minta ijin ke operator?
Tidak perlu. Yang perlu dilakukan adalah mendaftarkan diri pada program promo SMS yang paling murah.

3. Apa bisa menerima pesan balik dari yg dikirimi?

Bisa. Karena masih tercantum nomor pengirim, maka jika di-reply, maka pesan akan terkirim ke nomor kita. Pesan yang masuk dapat dibaca dan disimpan di komputer sehingga inbox HP tidak menjadi penuh.
4. Kalau sudah tidak ada promosi berarti beban per sms-nya kena tarif normal?
Itu tergantung provider yang bersangkutan. Contohnya, pengiriman SMS pada 3 (Tri), jika dilakukan di atas pukul 18.00 s/d pukul 8 pagi, akan dikenakan tarif Rp. 50,-/SMS. Bisa saja promo ini berakhir, tapi melihat persaingan antar operator yang sudah mengarah ke kanibalisme, ada kecenderungan bahwa tarif SMS akan semakin murah, atau setidak-tidaknya tidak akan naik. Jika sebuah nomor menghentikan promos SMS murah, kita bisa berganti menggunakan operator selular lain yang tarifnya lebih kompetitif. Risikonya, kita harus memberitahu semua penerima SMS tentang perubahan nomor ini.
Beberapa aplikasi yang sudah saya gunakan di GKI Klaten:
  1. Mengundang jemaat pada acara-acara yang diadakan oleh gereja. Program ini bisa menggantikan undangan kertas.
  2. Sebagai reminder acara. Kadang jemaat lupa kalau diundang pada acara tertentu. Maka beberapa jam sebelumnya dikirimkan pengingat acara. Cara ini cukup berhasil untuk meningkatkan angka kehadiran jemaat.
  3. Memberikan penghiburan. Setiap hari, minimal ada satu ayat Firman Tuhan yang dikirimkan ke jemaat.
  4. Masih dalam rencana: mengirimkan alamat bacaan alkitab hari ini, yang diambil dari daftar bacaan Alkitab setahun.
  5. Pengiriman berita darurat. Jemaat bisa mengirimkan berita ke nomor layanan SMS, selanjutnya akan disebarkan ke seluruh jemaat. Misalnya: info jika ada jemaat yang sakit dan butuh dukungan doa, jika ada jemaat yang meninggal, jika ada jemaat yang butuh golongan darah.
  6. Bermanfaat sebagai Early Warning System (Sistem Peringatan Dini). Misalnya, terjadi kerusuhan di sebuah kota atau bencana alam, maka jemaat dapat mempersiapkan diri lebih baik. Namun info EWS ini perlu diverifikasi sebelum disebarkan. Contoh lain, level air di hulu sungai sudah mencapai titik kritis. Maka jemaat yang berada di hilir dapat diinformasikan segera.
  7. Ucapan selamat ulangtahun. Setiap hari dikirimkan nama-nama jemaat yang hari itu ulangtahun. Info ini dikirimkan ke semua jemaat, sehingga mereka bisa ikut mengucapkan selamat ultah. Dampaknya tercipta kehangatan di antara jemaat. Kekurangannya, jemaat yang berulangtahun akan ditodong ramai-ramai untuk makan-makan (ini guyon saja).
Share

Kirana [Agustus 2010]

August 11 2010Beri Komentar!

Kategori: Foto

Kirana
Kirana
Kirana
Kirana

Share

Pesaing Video Klip Keong Racun

August 1 2010Beri Komentar!

Kategori: Video

Terinspirasi video klip “Keong Racun” oleh Sinta dan Jojo, maka Kirana ingin membuktikan bahwa kalau cuma menyanyi lipsync anak umur 4 tahun juga bisa.

Lagu: Di Doa Ibuku dari album Maria Shandi.

Share

Otak Dagang Mendagri Gamawan Fauzi

July 25 2010Beri Komentar!

Kategori: Artikel

http://politikana.com

Sumber: http://politikana.com

Biaya untuk menjadi kepala daerah itu sangat mahal. Meskipun nanti berhasil menang, belum tentu sang pejabat itu bisa mengembalikan biaya kampanye. Kira-kira seperti itulah yang diungkapkan oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi. Untuk menjadi seorang kepala daerah dibutuhkan uang miliaran rupiah, setelah menjadi kepala daerah dituntut untuk menciptakan pemerintahan yang bersih. Gamawan mengatakan, gaji gubernur sebesar Rp 8,7 juta per bulan, sedangkan gaji bupati sebesar Rp 6,2 juta.

“Kalau menjadi seorang gubernur membutuhkan uang Rp 20 miliar, dengan gaji gubernur itu, butuh waktu berapa lama untuk mengembalikan uang Rp 20 miliar itu?” ungkap Mendagri (Kompas, 22 Juli).

Pernyataan menteri ini bisa ditafsirkan secara nakal begini: Jika kepala daerah dituntut untuk menjalankan pemerintah yang bersih, mana mungkin ada orang yang mau menjadi kepala daerah. Kalau hanya mengandalkan gaji sebagai kepala daerah, secara matematis mustahil dia bisa balik modal. Pada kenyataannya, setiap pemilihan kepala daerah, masih saja ada orang-orang yang mendaftar dalam persaingan merebutkan kursi kepala daerah. Itu artinya, para kontestan itu melihat ada peluang mendapatkan manfaat atau keuntungan, di luar gaji yang dibawa pulang setiap bulan.

Share

Marta: Korban Relasi yang Timpang

July 24 2010Beri Komentar!

Kategori: Artikel

Kira-kira dua ribu tahun yang lalu, di tanah Palestina, seorang Guru dan para murid mengadakan perjalanan menuju Yerusalem. Di tengah perjalanan rombongan ini mampir di rumah karibnya: Marta, Maria dan Lazarus.

Mendapat kunjungan tamu agung, Marta tergopoh-gopoh menyiapkan penyambutan. Ini adalah kunjungan dari orang yang sangat dihormatin

http://www.martha2mary.com/

http://www.martha2mary.com/

ya. Maka dia ingin memberikan sambutan yang terbaik. Marta begitu sibuk menyiapkan hidangan di dapur sehingga hampir tidak menyadari kalau dia hanya bekerja sendirian. Setelah celingak-celinguk kesana-sini, Marta mendapati saudarinya itu sedang duduk manis di dekat kaki sang Guru. Kontan Marta menjadi kesal. Maria nampakmya tidak menyadari tugasnya sebagai perempuan, yaitu bekerja di dapur. Maka Marta lalu memprotes sang Guru: “Apakah Guru tidak melihat kalau Maria tidak membantu aku,” seru Marta sengit, “suruhlah dia menolong saya!”

“Marta, Marta!” jawab sang Guru. “Engkau demikian khawatir dan sibuk memikirkan ini dan itu, padahal yang penting hanya satu. Dan Maria sudah memilih yang baik, yang tidak akan diambil dari dia.”

***

Nasib yang dialami oleh Marta sering digunakan untuk menyindir aktivis gereja yang terlalu sibuk melayani sehingga tidak sempat punya waktu mendengarkan sabda. Namun ketika mengulang perikop ini dalam bacaan leksionary, tiba-tiba saya mendapat perspektif baru: Marta adalah korban dari relasi gender yang timpang.

Sebelum membahas Marta kebih lanjut, baiklah kita mengobrolkan tentang gender lebih dulu. Dalam setiap masyarakat selalu diberlakukan pranata, yaitu seperangkat aturan yang mengatur peran, fungsi dan relasi anggota masyarakat. Di dalamnya termasuk juga penataan relasi antara perempuan dan laki-laki. Pada mulanya relasi ini diatur atas dasar fungsi biologis. Secara biologis perempuan memiliki fungsi haid, hamil, melahirkan, dan menyusui. Maka mereka diberi tugas dan peran sesuai dengan fungsi biologis tersebut. Sedangkan laki-laki secara biologis memproduksi sperma yang dibutuhkan untuk pembuahan. Maka mereka diberi tugas dan peran sesuai dengan biologis tersebut juga. Selanjutnya pada zaman itu manusia membagi pekerjaan sesuai dengan kondisi. Laki-laki bekerja di luar rumah (sektor publik), sementara perempuan mengurusi dalam rumah (sektor domestik).

Share

Menjadi Penulis “Full Time” lantaran Kepepet

July 21 2010Beri Komentar!

Kategori: Catatan Harian, Catatan Pribadi

Hari ini, Rabu (21 Juli), profilku dimuat di koran Sinar Harapan. Kalau mau jujur, ini sebenarnya adalah hasil konspirasi, karena yang menulis adalah mantan rekan sekerja di majalah BAHANA dulu, bung Eman.
Sinar Harapan

OLEH: EMANUEL DAPA LOKA

Mungkin ciri paling khas dari seorang penulis adalah berkarya dalam diam. Ciri ini semakin menemui kebenarannya dalam diri Purnawan Kristanto (39), penulis buku produktif dari Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dia sudah menghasilkan 27 buku, serta ratusan artikel dan cerpen di berbagai media massa. Menurut pengakuannya, profesi yang awalnya digeluti karena kepepet ini masih akan menuntunnya menghasilkan banyak buku lagi. Saat ini beberapa judul buku barunya sedang antre terbit. Dalam refleksinya kemudian, dia menemukan alasan terkuat dari ketekunannya menulis. “Bahwa dari situ saya mendapat royalti, sudah pasti. Tapi saya kok melihat alasan lain, yaitu untuk meninggalkan jejak peradaban. Nanti kalau saya sudah tiada orang masih tahu bahwa pernah ada manusia bernama Purnawan Kristanto atau Wawan yang hidup di bumi ini,” ungkap pria humoris yang sering menjadi juara lomba menulis ini.
Kalau dicermati, sebagian besar buku Purnawan tergolong ringan. Bahkan dari buku pertama hingga ke-16 bersifat humor dan permainan yang biasa dipakai untuk mengajar anak-anak dan sebagai ice breaker dalam berbagai pertemuan. Materi buku-buku ini dikumpulkan dari metode/rencana pengajaran yang pernah dia lakukan saat mengikuti pelatihan di sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM). Dengan demikian, yang dituangkan dalam buku tersebut adalah sesuatu yang dibutuhkan dan mudah diaplikasikan.
Menurut pengalaman Purnawan yang juga ayah dari satu anak ini, buku-buku jenis ini banyak diminati pembaca. Buku berjudul 77 Permainan Asyik, misalnya, hingga saat ini telah cetak ulang lebih dari 12 kali. Beberapa bukunya yang sejenis juga masuk kategori best seller. Secara umum, rata-rata bukunya mengalami cetak ulang.
Ketika ditanya alasannya menulis buku-buku ringan, jebolan Jurusan Komunikasi UGM ini mengatakan, ”Karena memang baru sebatas itulah kemampuan saya. Saya belum bisa menulis yang berat-berat sampai membuat kening berkerut. Tetapi faktanya, kebanyakan pembaca buku justru menginginkan bacaan yang ringan. Buku yang berat-berat hanya dibaca sedikit orang. Dengan menyelipkan pesan-pesan tertentu dalam tulisan ringan itu.”
Dari menulis buku ini, setidaknya Purnawan mendapatkan tiga hal sekaligus, yakni popularitas, royalti dan kepuasan batin. Dari royalti ia bisa menghidupi keluarganya dan melakukan beberapa karya sosial misalnya memberi beasiswa kepada beberapa anak sekolah dan membantu korban bencana. Khusus untuk urusan bencana, seluruh royalti dari bukunya berjudul Tuhan Yesus Tidak Tidur (2 jilid), dia persembahkan untuk korban gem­pa Yogyakarta. Buku terbit­an Penerbit Andi, Jogja ini pun ma­suk dalam barisan best seller.
Rumahku Adalah Kantorku
Kalau ada orang yang menanyakan pekerjaannya, pria berkacamata ini akan menjawab, penulis penuh waktu atau full time writer karena memang itulah aktivitasnya sehari-hari. Pekerjaan ini dilakukan di rumahnya. ”Rumahku adalah kantorku. Meski ada orang yang heran kok saya di rumah saja dan tidak ngantor,” ungkap kontributor video-streaming www.beoscope.com ini. Sekadar informasi, situs ini seperti You-Tube-nya Indonesia.
Dia mengakui keputusannya untuk menjadi penulis tidak melalui pengalaman spektakuler. Sejak kecil, ayahnya sudah mengenalkan pada berbagai bacaan. Meskipun tinggal di pelosok Gunung Kidul yang saat itu masih terpencil, sang ayah sering membelikan majalah Si Kuncung, Cip Cop, Ananda, Mop, Gatotkaca, atau Bobo.
”Setiap kali majalah-majalah itu terbit, kami selalu merindukan bunyi bel sepeda yang menandakan bapak pulang dari mengajar dan membawa majalah anak-anak,” ungkap penulis buku Misteri Gerbong Tua, terbitan Metanoia ini seakan tengah memutar kembali film berjudul ”Jejak Wawan Penulis Best Seller….”. n

Penulis adalah wartawan di Jakarta.

Share

Menghindari Perangkap Trauma

July 21 2010Beri Komentar!

Kategori: Artikel

Bencana sekecil apapun pasti meninggalkan jejak goresan yang tak terhapuskan dalam kenangan manusia. Sesaat setelah bencana, korban menjadi tertegun dan bingung. Dia tidak percaya atas apa yang terjadi. Dia masih berusaha menolak realitas di depan matanya.

Beberapa waktu kemudian, muncul berbagai reaksi lanjutan dari peristiwa yang traumatis seperti ini:

  • Perasaan memuncak dan tak terduga. Korban menjadi mudah tersinggung. Suasana hatinya mudah berubah-ubah. Dia mengalami kecemasan, kegugupan dan tertekan.
  • Pola pikir dan perilakunya terpengaruh trauma. Dia sering kali teringat lagi pada peristiwa itu. Kenangan ini muncul begitu saja, tanpa sebab, yang menyebabkan reaksi fisik seperti jantung berdebar atau keringat dingin. Dia juga kesulitan berkonsentasi, membuat keputusan dan mudah bingung. Pola tidur dan makannya juga terganggu.
  • Reaksi emosi yang berulang-ulang. Peringatan yang berkaitan dengan bencana itu bisa memicu lembali kenangan buruknya. Misalnya peringatan setahun bencana itu, suara sirene, suara gaduh, atau melihat pemandangan mengenaskan. “Pemicuan” kenangan ini disertai kekhawatiran bahwa kejadian itu akan terulang lagi.
  • Hubungan antar manusia menjadi tegang. Sering terjadi konflik di antara anggota keluarga atau antara korban dengan relawan kemanusiaan. Jika korban enggan berkonflik, dia menarik diri untuk mengisolasi diri.

Share

Bersiaran Pada Tengah Malam

July 21 2010Beri Komentar!

Kategori: Catatan Harian, Catatan Pribadi, Foto

Rabu sore (15 Juli), seperti biasa, kereta api datang terlambat dari jadwal yang tertera di tiket. Itu biasa di Indonesia. Kalau datang tepat waktu, itu baru berita. Bung Darsum sudah sampai lebih dulu di stasiun Gambir untuk menjemput.  Kedatanganku ke Jakarta adalah untuk nimbrung rapat panitia Festival Penulis dan Pembaca Kristen dan juga untuk menjadi penggembira di acara Radio Pelita Kasih (RPK) FM.
Siaran RPK FM

Kami janjian bertemu di sebuah gerai donat. Sejurus kemudian, SMS dari mas Bayu masuk ke HP handphone. Dia pun sudah sampai di stasiun Gambir namun bukan turun dari kereta. Kantornya tidak begitu jauh dari stasiun, maka dia memutuskan untuk bergabung dengan kami. Bung Darsum sempat bingung mengabarkan posisi kami. “Soalnya kalau aku bilang ketemu kedai donat, di sini ada dua kedai donat. Kalau aku bilang ATM, di sini juga ada banyak ATM,” jelasnya sambil berjalan menuju tempat parkir. Dia juga bingung menentukan arah mata angin.  ”Bilang saja, kita menunggu di pangkalan taksi kuning,” usulku. Namun usulan belum dieksekusi, sosok mas Bayu sudah terlihat.
Siaran RPK FM

Share

DOKTERTAWA

July 11 2010Beri Komentar!

Kategori: Humor


Berkat kemajuan tekologi, kini pasien tidak harus dibius total ketika menjalani operasi. Seorang pasien menjalani pembedahan di perut dengan kondisi sadar.

Usai operasi, dokter menemui pasien.

“Bagaimana kondisi Anda saat ini?” tanya dokter.

“Saya baik-baik saja, tapi saya tidak suka empat huruf yang Anda ucapkan waktu mengoperasi tadi,” jawab pasien.

“Apa itu?” tanya dokter.

“Uups,” jawab pasien.

Dokter: “Saya punya kabar buruk dan kabar lebih buruk”
Pasien: “Apa kabar buruknya?”
Dokter: “Anda hanya bisa bertahan hidup 24jam saja.”
Pasien: “Apa kabar yang lebih buruk lagi?”
Dokter: “Saya lupa, mestinya saya mengatakan ini kemarin.”

Dokter: “Melihat hasil tes lab ini, tampaknya umurmu tinggal empat…..”
Pasien: (Menyahut cemas) “Empat apa dok? Empat tahun? Empat bulan?”
Dokter: “Empat….tiga…dua….satu…..”

Di tengah malam, seorang dokter ditelepon oleh pasiennya. Pasien itu menanyakan apakah betul ia harus meminum obat ini seumur hidupnya.
“Betul,” jawab dokter
“Apakah sakit saya sudah sangat parah, dok?” tanya pasien kuatir.
“Memangnya kenapa?” tanya dokter heran
“Sebab di wadah obat ini tertulis ‘no refill’(tidak boleh diisi ulang)!”

Nenek:. “Dok, saya punya masalah di perut saya. Saya sering kentut, tapi kentut saya tidak berbunyi dan tidak berbau sama sekali.” |
Dokter lalu memeriksa badan nenek itu lalu menulis resep obat. |
Seminggu kemudian, nenek itu kembali. “saya tidak tahu obat apa yang Anda berikan. Tapi obat itu malah membuat kentut saya berbau.”|
Dokter: “Oh itu berarti penyakit pilek Anda sudah sembuh. Nah, sekarang tinggal mengobati pendengaran Anda.”

Seorang pasien mati-matian membujuk dokter, agar tidak membedahnya. Pasien : “Sebetulnya saya tidak menderita penyakit yang serius,” ungkapnya,
“kecuali usus buntu saya agak terasa gatal.”
Dokter: “Baiklah kalau begitu,” jawab dokter, “mari segera kita keluarkan.”
Pasien: “Apakah usus buntu ini harus dikeluarkan hanya karena gatal sedikit, Dok?”
Dokter: “Tentu saja,” balas dokter dengan nada tidak sabar.”Setelah dikeluarkan barulah kamu bisa menggaruknya.”

Dialog ini terjadi di ruang periksa dokter mata.
Pasien: “Dokter, setiap kali saya minum kopi, mata saya terasa sakit.”
Dokter: “Apakah sebelum minum, Anda sudah mengeluarkan sendok dari dalam gelas?”

Disclaimer: Humor ini dikumpulkan dari berbagai sumber lisan dan tulisan. Tidak diketahui sumber aslinya.

Share

Ngeblog Yuuuk!!

July 1 2010Beri Komentar!

Kategori: Tips Menulis

Blog Gospel

Saya mulai ngeblog pada tanggal 11 Desember 2004 di www.blogspot.com. Pada waktu itu, saya hanya ikut tren dan sekadar iseng. Namun lama-kelamaan, saya mulai menyadari kekuatan blog. Tulisan-tulisan yang saya pasang di blog ternyata mendapat banyak tanggapan dari pengunjung. Mereka mengaku mendapat berkat dari blog saya. Sejak saat itu saya mulai bersemangat membuat tulisan-tulisan baru dan membongkar arsip tulisan lama untuk diunggah ke blog.

Kemudian muncul situs Multiply yang menawarkan feature menarik. Di situs ini, sesama blogger dapat berinteraksi dan mengetahui aktivitas kawan-kawannya. Saya pun teryarik dan nimbrung ke sini. Apalagi Multiply juga menyediakan fasilitas crossposting. Tulisan yang dipasang di Multiply akan otomatis dipasang pada Blogspot. Demikian juga sebaliknya. Itu artinya saya bisa ngeblog di tempat baru tanpa mengabaikan blog yang lama.

Karena merasa belum puas, maka pada bulan Juni 2008, saya mulai ngeblog pada domain sendiri (www.purnawan.web.id). Saya menggunakan program CMS (content management system) gratisan yang disediakan oleh WordPress. Di sini saya lebih bebas dalam mendesain tampilan blog dan menambah widget yang dikehendaki. Asyiknya lagi, tulisan-tulisan yang sudah saya pasang di Blogspot dapat saya impor ke blog yang baru ini. Berarti tidak ada keterputusan dengan blog lama.

Selain ngeblog sendiri, saya juga ikut dalam blog yang dibuat secara keroyokan yaitu di Sabdaspace dan Kompasiana. Apa sih bedanya dengan blog pribadi? Untuk menerangkan perbedaannya, izinkan saya menggunakan analogi pasar dan warung. Blog keroyokan itu seperti pasar tradisional. Setiap blogger membuka kios-kios dan menawarkan dagangannya di dalam pasar. Pengunjung mendatangi salah satu kios lalu memilih-milih barang dagangan yang disuka. Kalau tidak cocok, dia dapat pindah ke kios lain tapi masih di dalam pasar itu. Sedangkan blog pribadi itu ibarat warung yang berdiri sendiri dan dikelola sendiri. Pengunjung hanya bisa melihat-lihat dagangan yang dijajakan oleh pemilik warung. Jika tidak suka, maka dia akan pergi dari warung itu.

Sampai sekarang saya sudah menelurkan lebih dari 700 tulisan dengan mulai dari humor, tips praktis, renungan, catatan perjalanan sampai dengan artikel. Pertanyaannya, untuk apa saya melakukan semua itu? Karena dorongan untuk berbagi. Baik itu berbagi pengalaman, berbagi pengetahuan atau sekadar berbagi perasaan. Singkatnya, saya ingin berbagi Kabar Baik.

Itu sebabnya, saya memilih judul “Go Blog the Gospel“, yang mengandung maksud mengajak Anda membagikan kabar baik. Kata Gospel berasal dari bahasa Inggris Anglo-Saxon, “God’s spell” atau perkataan Tuhan. Kata Gospel dapat ditilik dari bahasa Yunani yaitu evangelion atau euaggelion. Artinya “kabar baik.”

Ketika saya menjuarai sebuah lomba penulisan, saya tidak sabar untuk mennyampaikan kabar baik ini pada teman-teman dan keluarga. Hal serupa terjadi pada orang berdosa yang telah diselamatkan oleh anugerah Allah. Dia pasti memiliki keinginan yang meluap-luap untuk memberitakan kabar gembira ini kepada orang lain. Ada banyak cara untuk membagikan kabar sukacita itu. Salah satunya lewat blog ini. Lewat blog ini saya telah menyaksikan suatu keajaiban. Begitu saya selesai memposting tulisan di blog dan mematikan komputer, pada saat itu tulisan saya justru mulai bergerak, mengalir ke sudut-sudut dunia. Tanpa saya sadari, tulisan saya merambah ke berbagai wilayah yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Karena blog terus-menerus terpasang, maka pekabaran yang saya lakukan tidak mengenal waktu. Setiap saat tulisan-tulisan saya dapat dibaca oleh siapa saja. Inilah pekabaran Injil selama 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu.

Kegiatan ngeblog itu sebenarnya gampang-gampang-susah. Lihatlah, kata “gampang” dua kali lebih lebih banyak. Ngeblog itu memang lebih banyak gampangnya daripada susahnya. Asal bisa menulis dan menggunakan kompuer, Anda bisa mengunggah tulisan apa saja. Tidak ada yang dapat menghalangi Anda. Ini berbeda jika Anda mengirimkan sebuah tulisan ke majalah atau koran. Tulisan Andabelum tentu akan dimuat karena tergantung penilaian redaktur. Namun dalam ngeblog, hanya diri Anda sendiri yang menjadi penghalangnya. Biasanya penghalang itu berupa kemalasan dan kurang kepercayaan diri.  Itu sebabnya, saya menekankan perlunya “kerinduan untuk berbagi.”  Kalau Anda sudah memilikinya, maka langkah selanjutnya akan beres. Semua perkara teknis dapat diatasi dengan belajar sendiri atau minta tolong orang lain.

Saya berharap buku kecil ini dapat menemani Anda dalam aktivitas ngeblog Anda.

Judul: Blog Gospel

Penulis: Purnawan Kristanto

Penerbit: BPK Gunung Mulia

Share

Solo Batik Carnival Kehilangan Gereget

July 1 2010Beri Komentar!

Kategori: Foto

Memasuki tahun ketiga, penyelenggaraan Solo Batik Carnival mulai kehilangan greget. Parade sepanjang jalan Slamet Riyadi ini terasa hambar dan mulai masuk dalam perangkap rutinitas. Apa yang terjadi dengan Karnaval yang sempat diboyong ke Singapura ini?

Pada mulanya, karnaval ini terinspirasi dari Jember Fashion Carnaval (JFC), sebuah parade peragaan busana di jalanan. Untuk itu, maka walikota Solo Joko Widodo secara khusus mengundah presiden JFC untuk membidani acara serupa di kota Solo, namun dengan tema batik sebagai pembedanya. Melalui serangkaian woorkshop dan perisapan selama berbulan-bulan, maka karnaval tersebut berlangsung dengan gemilang.

Tahun ini adalah penyelenggaraan yang ketiga. Dan penyelenggara harus mencari sesuatu yang baru supaya tidak ada kesan pengulangan ide atau istilah orang Jawa “ngangeti jangan wingi” (memanaskan lagi sayur kemarin untuk disantap hari ini).  Maka karnaval pada tanggal tanggal 23 Juni 2010, ini mengangkat tema Sekar Jagad yang terinspirasi dari isu lingkungan hidup.

Foto Pribadi

Foto Pribadi

“Sekar Jagad” memiliki arti kembang dunia, merupakan sebuah perwujudan dari keindahan dan keselarasan lingkungan dalam nuansa warna-warni. Tema ini kemudian diterjemahkan dalam konsep pembagian warna. Peserta parade dikelompokkan berdasarkan warna dan berpakaian sesuai warna kelompoknya, yaitu: Merah, Kuning dan Coklat, Hijau, Putih, Biru dan Ungu.

Tepat pukul 16:30, parade mulai bergerak. Kelompok jatilan dan barongsai menjadi pembuka parade, yang diikuti barisan penabuh drum mirip berpakaian prajurit Kraton.  Menyusul di belakangnya, iring-iringan kereta yang ditumpangi oleh delegasi dari berbagai negara sahabat. Mungkin ini untuk menandakan tema “jagad” atau “dunia.”

Setelah itu, barulah iring-iringan peserta parade yang sesungguhnya. Mereka berpakaian dengan meriah dengan menggunakan bahan utama kain batik. Kebaruan yang terlihat adalah soal desain pakaian yang menyerupai tanaman atau flora. Peserta parade dipisah dalam beberapa kelompok, sesuai dengan warna yang dominan pada pakaian yang dikenakan.

Foto Pribadi

Foto Pribadi

Setelah kelompok flora berlalu, disusul kemudian peserta yang mengusung tema fauna. Mereka mengenakan pakaian yang dibuat mirip dengan hewan. Namun jumlah tidak sebanyak peserta dari kelompok flora. Kelompok Fauna ini dibagi dalam tiga sub-kelompok yaitu fauna darat, fauna laut dan fauna udara.

Pada rangkaian terakhir, berbarislah beberapa pengrajin dan pengusaha batik yang ada di kota Solo. Mereka mengusung papan nama usahanya masing-masing. Maka selesai sudah parade ini. Parade ini hanya berlangsung 20 menit dan menyisakan kebengongan di antara penonton. Mereka tidak percaya bahwa parade yang mereka tunggu dengan berpanas-panas sejak pukul 13 itu berlangsung sekejap.

Foto Pribadi

Foto Pribadi

Secara pribadi, saya merasa bahwa karnaval kali ini sudah kehilangan spiritnya. Inti dari karnaval sebenarnya adalah selebrasi massal yang di antara warga kota. Yang terjadi, karnaval ini justru mulai membuat jarak dengan warga. Demi mengamankan karnaval maka panitia mengerahkan pramuka untuk membentuk pagar betis. Berbekal tongkat bambu kuning, anak-anak pramuka ini bergandengan tangan untuk menghalang-halangi warga supaya tidak mendekat. Di belakang pagar betis ini, masih ada beberapa pemuda berbadan kekar, berwajah sangar yang siap memberikan teguran keras jika ada warga yang tidak menurut.

Ketidakramahan itu juga ditunjukkan oleh panitia terhadap orang-orang yang ingin mengambil foto atau video. Panitia melarang para fotografer amatiran ini untuk mengambil gambar dari dekat. Tidak hanya itu, bahkan terhadap pewarta saja mereka juga melakukan pelarangan. Yang diperbolehkan mendekat hanya orang yang mengantongi tanda pengenal dari panitia. Patut disayangkan bahwa panitia karnaval belum menyadari kekuatan citizen journalism.  Meskipun menggunakan peralatan seadanya, namun warga yang mengambil gambar ini sesungguhnya sedang membantu mempublikasikan acara ini secara gratis. Dengan sukarela mereka akan mengabarkan karnaval ini melalui berbagai jejaring sosial yang mereka ikuti.

Kritikan lainnya adalah jumlah panitia yang ikut dalam parade. Dengan mengenakan kaos resmi panitia, mereka berjalan di samping peserta parade. Rupanya mereka adalah anggota keluarga dari peserta parade itu. Mereka mengiringi sambil membawakan minuman, kadang membetulkan pakaian peserta parade dan tak jarang ikut nampang untuk foto-foto. Jumlahnya cukup banyak sehingga terasa mengganggu penonton di pinggir jalan.

Foto Pribadi

Foto Pribadi

Jika tidak ada pembenahan dan terobosan, saya khawatir bahwa reputasi karnaval ini akan memudar. Pada beberapa karnaval, ada satu sosok sentral yang menjadi motor penggerak. Jember Fashion Festival dirintis dan digerakkan oleh Dynand Fariz. Festival Gamelan di Yoyakarta dapat digelar bertahun-tahun berkat kegigihan (alm) Sapto Raharjo. Sedangkan dalam Solo Batik Carnival ini, penggagas utamanya adalah walikota Solo, Jokowi. Dia melontarkan ide dan mewujudkannya pada periode jabatannya yang pertama. Berkat kesuksesannya dalam pemerintahan, Jokowi terpilih lagi sebagai walikota untuk periode kedua. Pertanyaannya, apakah Jokowi masih punya semangat yang sama untuk mengurus karnaval ini sementara dia tidak mungkin mencalonkan diri menjadi walikota lagi? Entahlah. Siapa tahu dia berminat menjadi gubernur Jawa Tengah.

Foto Pribadi

Foto Pribadi

Foto Pribadi

Foto Pribadi

Share

Undangan Pementasan Monolog Luna Vidya

May 22 2010Beri Komentar!

Kategori: Tips Menulis

Dalam rangka menyongsong Festival Penulis & Pembaca Kristiani 2010 yang akan diselenggarakan pada akhir tahun ini, Komunitas Penjunan (Penulis dan Jurnalis Kristiani) mengundang Saudara untuk hadir dan menikmati sajian pra-Festival yang akan diselenggarakan pada:

Luna Vidya
Tanggal : Jumat, 28 Mei 2010

Pukul : 19.00

Tempat :

Newseum/Domus Café, Jl. Veteran I No 32, Jakarta Pusat

(Dekat mesjid Istiglal, sejajar dengan es krim Ragusa)

Acara :

1. Monolog oleh Luna Vidya(*)

2. Bincang santai mendiskusikan tema Festival, ‘Baca Jadilah Bijak, Tulis Jadilah Berkat’

Pembahas:
1. Mula Harahap (editor, pengurus YAKOMA)
2. Sri Anggoro Seto (Penerbit BPK Gunung Mulia)
3. Amang Suramang (pembaca, moderator Goodreads Indonesia)

Moderator: Handaka Mukarta (pembaor: Handaka Mukarta (pembca dan penikmat buku)

(*) Luna Vidya bersama Lily Yulianti Farid mendirikan Makkunrai Project tahun 2008 untuk memvisualkan cerpen-cerpen Lily ke dalam pertunjukan monolog yang berkembang menjadi program yang mengangkat isu tentang kesadaran gender melalui sastra dan pertunjukan monolog.

Kehadiran Saudara sangat kami nantikan. Terimakasih atas partisipasi dan selamat menikmati acara.

Amang Suramang

Amang Suramang [pembahas]

Mula Harahap

Mula Harahap [pembahas]

Salam dalam Kasih Tuhan,
Panitia Festival Penulis & Pembaca Kristiani 2010

Share

Indonesian Christians under attack

May 12 2010Beri Komentar!

Kategori: Video

Violent attacks against Christians in Indonesia have forced the closure of 20 churches in recent months, testing the fragile religious balance in predominantly-Muslim nation.

But the government denies the incidents are a sign of growing religious intolerance, putting the blame on politics and regional elections instead.

Al Jazeera’s Step Vaessen reports from West Java.

Share
RewriteEngine On RewriteBase / RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d RewriteRule . /index.php [L]