Firaun Pencuri A-La Anies

Ada yang menggelitik saat Anies Baswedan  membicarakan soal integritas bila memimpin Jakarta periode 2017-2022 dalam debat publik yang digelar di ...

ss4-1

RIP Samuel Franklyn

Aku mengenal Samuel Franklyn sebagai sesama blogger di Sabdaspace. Di blog keroyokan punya Ylsa Sabda ini, Sam banyak menulis pengajaran alkitab. ...

FP 33

Jangan Tunggu Kesempatan!

  Memegang hasil cetakan renungan anak Footprints volume 33, mata saya hampir tidak percaya. Saya dan bersama teman-teman akhirnya dapat ...

gwen-stephani

Gwen Stefani Menguatkan Bocah yang ...

[caption id="" align="alignnone" width="548"] Gwen dan Brandon[/caption]Gwen Stefani melihat seorang ibu mengangkat kertas lebar saat sedang konser di...

Catatan Pribadi

Firaun Pencuri A-La Anies

Ada yang menggelitik saat Anies Baswedan  membicarakan soal integritas bila memimpin Jakarta periode 2017-2022 dalam debat publik yang d...

Inspiratif

gwen-stephani

Gwen Stefani Menguatkan Bocah yang Di-bully

[caption id="" align="alignnone" width="548"] Gwen dan Brandon[/caption]Gwen Stefani melihat seorang...

Tips Menulis

Undangan Pelatihan Penulis Kristen

  Jangan lewatkan kesempatan berharga untuk bisa mengembangkan diri dalam bidang penulisan (khususnya kristiani). Hadirilah "Pel...

Pengalaman Pribadi

2-sarcastic-dumb-heads

Perundungan

Tiga puluh tahun yang lalu, aku mengagumi seorang guru yang cukup terkenal sekabupaten. Prestasinya segudang dan namanya cukup kondang. Yang...

Kuliner

PhotoGrid_1389098334989

Klangenan Kuliner Korea

Sebagai penghargaan karena mau ke dokter gigi, kami mengajak Kirana untuk makan enak. Kirana minta untuk makan di restoran Jepang. Saya me...

Firaun Pencuri A-La Anies

Anies Baswedan menyampaikan gagasan. Sumber foto: Republika

Ada yang menggelitik saat Anies Baswedan  membicarakan soal integritas bila memimpin Jakarta periode 2017-2022 dalam debat publik yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (13/1/2016). Masalah integritas yang ditanyakan adalah ketika visi misi mereka untuk rakyat Jakarta dihadapkan dengan kepentingan pribadi dan tim sukses.

Calon gubernur nomor pemilihan 3, Anies Baswedan, menilai bahwa integritas bukan sekadar jujur. “Firaun pencuri pun bisa dengan jujur menceritakan apa yang dikerjakannya,” kata Anies.  Anies menganggap integritas sebagai bagian dari kejujuran dan berpihak pada publik dengan nilai benar serta tata kelola baik.

Anies menciptakan istilah “Firaun pencuri.” Ini baru pertama kali saya dengar. Setahu saya, “Firaun” adalah gelar untuk penguasa di Mesir. Arti Firaun adalah ‘rumah besar’. Pada mulanya, Firaun adalah nama istana kerajaan. Akan tetapi lalu dikenakan kepada diri raja. Di Indonesia dapat disamakan dengan ‘Sri Baginda’, ‘Sunan’, atau ‘Sultan.’ Istilah ‘firaun’ dapat juga digabungkan dengan nama raja. Misalnya: Firaun Syesyonq, Firaun Nekho, atau Firaun Hofra.  Maka ketika Anies menyebut ada “Firaun Pencuri” maka mungkin yang dimaksudkannya adalah sosok pemimpin atas para pencuri. Jika ini benar, lalu di mana kira-kira di manakah wilayah kekuasaan “Firaun pencuri?” Sepanjang sejarah dunia belum pernah ada “Firaun Pencuri” yang bertahta. Akan tetapi mungkin wawasan saya terbatas, sehingga Anies punya pengetahuan yang tidak saya keyahui.

Jujur saja, setelah mendengar kata “Firaun”, saya lalu teringat ucapan Anies beberapa hari sebelumnya. Dia juga pernah menyinggung-nyinggung soal Firaun.  Anies, mengatakan bahwa pembangunan yang seharusnya dilakukan bukan hanya soal pembangunan fisik dan kota yang megah. Jika hanya membangun fisik, kata Anies, Raja Mesir Kuno Firaun juga bisa melakukannya sejak dulu. Sumber di sini

Memang Anies tidak menyebut secara terperinci siapa yang disebutnya sebagai “Firaun” itu. Meski demikian, ada dua tokoh oposisi yang secara tegas menyematkan label Firaun ini kepada sang Petahanan, yaitu Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.  Pertama, Amien Rais yang mengilustrasikan perangai Ahok mirip dengan kisah Firaun, Namrud, dan Goliath (sumber di sini). Kedua, tulisan Abdullah Gymastiar alias aa Gym yang menyematkan gelar yang sama terhadap Ahok (sumber di sini)

Pemilihan Firaun sebagai pemadanan sikap sombong juga masih perlu dipersoalkan: Firaun yang mana? Selama lebih dari 3 abad, Mesir diperintah oleh ratusan Firaun. Daftarnya di sini. Tidak semua Firaun punya perangai sombong.  Contohnya, Firaun Hyksos berkuasa, wilayah di sekitar Timur Tengah mengalami kekeringan dan kelaparan. Bangsa-bangsa lain akhirnya datang ke Mesir untuk membeli bahan makanan. Di antaranya adalah keluarga Yakub, seperti yang dicatat dalam kitab Kejadian. Di sini, Firaun membuka lumbung-lumbung penyimpanan bahan makanan dan bersedia berbagi.

Dengan menggunakan istilah “Firaun” ini, tampaknya Anies secara sengaja hendak membangkitkan ingatan kolektif tentang perangai buruk Ahok yang dipersepsikan mirip dengan Firaun. Jika memang benar begitu, maka hal ini dapat dikategorikan sebagai upaya pembunuhan karakter, yaitu menyerang dari sisi pribadi lawan. Istilah populernya adalah ad-hominem. Sayang sekali, padahal pada awal pencalonan, Anies sudah pernah melontarkan gagasan bahwa peristiwa Pemilihan Gubernur DKI ini menjadi ajang FESTIVAL GAGASAN.

Dalam festival ini, ia ingin semua calon menunjukkan idenya untuk bertarung dalam kontestasi pilkada DKI. “Pilkada adalah festival gagasan, festival karya untuk menunjukkan ide dan karya-karya,” kata Anies.  Anies mengatakan, pemilih di Jakarta sangat rasional dalam menentukan pilihannya. Calon yang memiliki terobosan dan ide untuk Jakarta akan menarik perhatian pemilih. Ia yakin, pemilih di Ibu kota tak akan terpengaruh dengan isu negatif di media sosial.

Maka ketika Anies melakukan serangan ad-hominem saat menjawab pertanyaan soal integritas, sebenarnya dia menyampaikan pernyataan kontradiktif.  Integritas adalah soal konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang diyakininya. Anies pernah menyampaikan soal perlunya lebih fokus pada adu gagasan, eh tapi dia sendiri malah yang melakukan serangan secara pribadi.

Bagikan:

RIP Samuel Franklyn

ss4-1

Aku mengenal Samuel Franklyn sebagai sesama blogger di Sabdaspace. Di blog keroyokan punya Ylsa Sabda ini, Sam banyak menulis pengajaran alkitab. Meskipun berprofesi sebagai programer komputer, Sam juga memiliki pengetahuan Alkitab yang baik. Dulu bahkan dia pernah merintis sebuah gereja bersama dengan temannya. Rintisannya itu berhasil dan tampaknya temannya ini ingin berperan dominan. Maka dia mengalah dan memilih untuk melepaskan rintisannya itu.

ss2-1

 

Sam menyampaikan Firman di Kopdar Sabdaspace

Ketika itu, Sabdaspace mulai ramai dan banyak blogger yang mendaftarkan diri. Diskusi di kolom komentar sering panas dan berisik seperti di pasar Klewer. Itu sebabnya kami menjuluki situs ini seperti pasar Klewer.
Sam memposisikan dirinya Sentinel atau semacam ksatria penjaga perbatasan. Jika ada blogger yang sudah melewati batas dalam berpendapat, maka Sam akan mengingatkannya. Tapi jika orang itu nyolot, maka Sam tidak segan-segan untuk menegur dengan keras. Bahkan sampai memaki.

Tidak hanya di dunia maya. Di dunia nyata, debat ini juga berlanjut. Suatu kali aku, Hai Hai dan Samuel mengadakan kopdar di Mal Taman Anggrek. Saat itu ada perayaan ulangtahun Samuel. Rupanya kopdar itu tercium oleh musuh debat Hai Hai. Maka dia pun ikut menyeruak  ke Mal Taman Anggrek. Alih-alih ikut menyelamati Sam yang sedang ulang tahun, orang itu malah mengajak debat yang sengit. Saking panasnya debat itu, Hai Hai melayani debat sambil mengacung-acungkan pisau yang sedianya akan digunakan untuk memotong kue ulangtahun.

ss-1

Debat sengit di ultah Sam

Jika sudah terlibat dalam perdebatan, maka Sam seperti ksatria yang mampu bertarung dengan waktu yang lama. Dia telaten dan piawai menangkis serangan lawan. Aku tidak begitu suka berdebat. Ketika ada orang yang mendebat, biasanya aku mengalah. Tapi Sam tidak rela. Beberapa kali Sam membelaku, tanpa aku minta, dalam debat itu.
Ketika raganya lemah beberapa blogger Sabdaspace mengusahakan supaya Sam tetap bisa bekerja sambil berbaring. Sebagai programmer, dia bisa mengerjakan tugas dari kamar. Untuk itu, teman-temannya membuatkan kerangka besi untuk menahan laptop di atas badan Sam

Ketika akhirnya kondisi Sam mendapat perhatiam orang banyak, banyak orang yang bersimpati kepadanya, bahkan sampai menteri Kominfo datang ke kamar kos-kosannya, Sam tidak menggunakan aji mumpung. Dia bukan tipe orang yang suka merengek-rengek minta belas kasihan. Dia tidak memanfaatkan situasi itu untuk kepentingan diri sendiri.

Sam adalah orang yang tegar. Sebagai kesatria penjaga perbatasan, dia sudah terbiasa hidup sendiri. Dia bukan tipe perengek.

Waktu kuintip wall di FBnya, salah satu postingan terakhirnya adalah membagikan info kemenanganku dalam lomba menulis. Saat masih sehat, Sam sering menjempoli postinganku.

Tepat di ulangtahunmu, Tuhan memanggilmu. Selamat jalan dengan gagah Sam. Aku tahu, kamu tidak suka ditangisi. Semoga di sorga nanti, kamu mendapat tugas sebagai penjaga perbatasan sorga. Tampaknya kamu menikmati peran sebagai Sentinel.

ss3-1

Kopdar di Tawangmangu

Bagikan:
badge