Footprints

Archive for: December 2004

Tips Konsumen: APAKAH VACUUM CLEANER AMAN BAGI PENDERITA ASMA?

Bagi penderita asma, menyapu, yang sebenarnya merupakan pekerjaan yang sederhana, bisa berubah menjadi bencana. Debu-debu yang berterbangan dapat mendatangkan serangan asma. Untungnya, tugas rutin ini dapat digantikan oleh alat penyedot debu atau vacuum cleaner. Tapi, apakah vacuum cleaner benar-benar menghilangkan debu? Tipe mana yang terbaik?

Saat ini, perkakas rumah tangga yang satu ini mudah sekali ditemukan pada rumah-rumah kelas menengah ke atas. Selain karena praktis, vacuum cleaner tidak menyebabkan debu-debu beterbangan seperti kalau kita menyapunya.

Ada tiga tipe vacuum cleaner yang dapat Anda temui di pasaran. Masing-masing mempunyai keunggulan dan kekurangan.

Tipe yang pertama, adalah jenis tegak (uppright), di mana antara pipa penyedot, mesin dan kantong penyimpan debu menyatu secara kompak. Tipe ini merupakan pilihan yang terbaik untuk membersihkan karpet atau permadani yang luas dan tebal. Dengan bulu sikat yang berputar, alat ini mampu membongkar debu-debu yang terselip di sela-sela bulu karpet dan menyedotnya. Keunggulan lainnya adalah kemampuannya menyedot serabut-serabut halus seperti rambut dan bulu.

Sayangya, vacuum cleaner tipe tegak mengalami kesulitan untak menjangkau sela-sela, di kolong-kolong, dan sudut ruangan.

Untuk pekerjaan seperti itu, bisa dilakukan oleh tipe silinder. Pada tipe ini, pipa penghisapnya terpisah dari mesin dan kantong penyimpan debu, sehingga dapat leluasa menerobos celah-celah sempit. Vacuum cleaner tipe ini tidak menggunakan bulu sikat putar melainkan membuat daya sedot yang kuat. Karenanya sangat ideal untuk membersihkan lantai rumah yang keras.

Tipe ketiga -yang sukar sekali dicari di pasaran karena tidak banyak diproduksi-adalah vacuum cleaner multi purpose yang juga memakai cara menyedot. Jenis ini paling berisik, paling berat, dan lebih merepotkan.

Keluhan Pemakai

Walau vacuum cleaner sangat membantu dalam urusan pekerjaan rumah tangga, tak urung alat ini juga menimbulkan sejumlah keluhan dari pemakainya.

Keluhan yang umum adalah mengenai bobot dan ukuran alat ini yang terlalu berat dan besar. Vacuum cleaner jenis tegak karena antara pipa penyedot dan kantongnya menyatu, menjadikan alat ini berat dan susah diangkat ke lantai atas. Beberapa merk tipe silinder juga berat.

Keluhan lainnya adalah masalah suaranya yang terlalu bising. Suara yang terkeras dikeluarkan oleh tipe tegak. Khusus tipe tegak, keluhan kadang juga disebabkan karena alat ini sering terjungkal ketika dipakai untak membersihkan tangga.

Aman Bagi Penderita Asma?

Serangan asma sebenarnya adalah gejala alergi terhadap debu, tepung, bulu, atau serat-serat halus. Seorang penderita asma akan mengalami kesulitan bernapas bila menghirup benda-benda kecil ini.(Bulu kucing juga bisa mendatangkan alergi. Bulu ini mudah ditemukan di mana saja, bahkan pada rumah yang tidak memelihara kucing. Hal ini terjadi karena bulu ini sangat ringan dan mudah sekali dihembuskan oleh angin. Selain bulu kucing, tepung sari bunga juga dapat menimbulkan alergi, tapi terbatas pada tanaman tertentu saja).

Lalu bagaimana memilih vacuum cleaner untuk penderita asma? Pertimbangan utama dalam memilih adalah kemampuannya menyedot debu, tanpa mengeluarkannya kembali.

Debu-debu biasanya terselip dalam karpet, permadani, bantal, kasur, korden, dan peralatan rumah tangga lainnya. Semakin banyak debu yang dapat disedot, lebih baik. Antara tipe tegak dan silinder -walaupun menggunakan cara kerja yang berbeda- tapi tidak ada yang lebih unggul daripada yang lain. Tapi, satu catatan kecil: bulu sikat putar pada jenis tegak dapat menerbangkan debu. Artinya, bisa mendatangkan serangan asma.

Pertimbangan lainnya dalam memilih vacuum cleaner adalah kantong penyimpan debu harus benar-benar rapat menyimpan debu, bukannya membuangnya lagi lewat saluran pembuangan udara. Filter-filter dalam saluran pembuangan harus cukup rapat dalam memerangkap debu-debu.

Berikut ini beberapa kelengkapan (feature) yang biasanya terdapat pada vacuum cleaner, baik jenis tegak atau silinder:

1. Tabung teleskopis

Sistem ini mirip antene atau teleskop bajak laut yang bisa diatur panjang-pendeknya. Dengan sistem ini, pegangan vacuum cleaner bisa diatur tinggi rendahnya sesuai ukuran tubuh pemakai.

2. Pengatur daya sedot (variable suction control)

Kekuatan maksimal biasa dipakai untak membersihkan lantai. Sedangkan kekuatan yang lebih rendah untak membersihkan kain, korden, serta perabotan yang menempel di dinding dan permadani.

3. Penggulung kabel otomatis (Automatic Cord Rewind)

Setiap vacuum cleaner harus mempunyai kabel yang panjang agar bisa menjangkau seluruh ruangan. Panjang kabel biasanya 9-12 meter. Untuk ini diperlukan penggulung kabel otomatis.

4. Peringatan “kantong penuh” atau “bag full” indicator.

5. Reusable paper bag

Kantong penyimpan debu dapat dikosongkan bila telah penuh, dan dipakai satu-dua kali lagi.

Tips Membeli

· Mintalah pada penjualnya untuk mendemonstrasikan bagaimana menggunakan alat dan kegunaan setiap feature yang dimiliki. Tanyakan hal-hal yang belum dimengerti, jangan malu-malu.

· Lihat dan bacalah buku petunjuknya, apakah bahasanya bisa dimengerti atau disertai gambar-gambar yang jelas.

· Bayangkan seluruh ruangan rumah Anda. Apakah alat tersebut cukup efektif membersihkan? Membayangkan juga letak-letak perabotan. Pilihlah yang cukup leluasa menjangkau tempat-tempat sempit seperti celah-celah dan kolong.

· Angkatlah vacuum cleaner dengan tangan. Rasakan apakah Anda cukup kuat membawa alat ini ke seluruh ruangan, termasuk juga bila akan membawa ke lantai atas.

· Bila Anda memilih vacuum cleaner jenis tegak, cobalah melepas tabung dari mesinnya dan memasang kembali. Apakah Anda mudah melakukannya atau menemui kesulitan.

· Dengarkan suara vacuum cleaner. Suara yang cukup keras akan mengurangi kenyamanan kerja. Lebih-lebih bila Anda mempunyai anak kecil. Berhati-hatilah, karena pendengaran anak kecil peka.

· Tanyakan layanan purna jual (after sales service).

· Pilihlah toko yang menyediakan suku cadang lengkap, terutama kantong penyimpan debu. Periksa masa garansinya. Bacalah dengan seksama: syarat-syarat yang dijamin dalam garansi. Tegaskan juga alamat yang dituju bila ada kerusakan.

Tips Konsumen: MEMBANGUN BIOSKOP DI RUMAH

Ada trend baru di kota besar, yakni membangun bioskop di rumah (home theatre). Dengan menempatkan TV berlayar lebar, serta seperangkat tata suara hi fi, kedahsyatan perang dapat dinikmati layaknya di bioskop. Tapi, apa saja yang perlu diperhatikan?

Pernahkah Anda mencermati acara TV yang diangkat dari film layar lebar? Bila dicermati dengan seksama, di bagian atas dan bawah film tersebut ada semacam blok hitam memanjang, yang membuat gambar di layar televisi menjadi tidak penuh. Mengapa bisa demikian? Hal ini bisa terjadi karena rasio (perbandingan) antara panjang dan lebar ukuran layar TV berbeda dengan layar lebar. Rasio ukuran layar TV adalah 4:3, sedangkan layar lebar bioskop 16:9. Dari kedua rasio tersebut, rasio layar lebar lebih mendekati rasio lebarnya pandangan mata manusia.

Kini dengan semakin banyaknya penayangan film layar lebar di televisi, penonton menginginkan pesawat TV yang mempunyai rasio seperti layar lebar. Maka produsen pun berlomba?lomba membuat TV layar lebar atau wide screen dengan berbagai ukuran dari 16 inchi sampai 23 inchi.

Haruskah TV Layar Lebar?

Di negara Inggris, TV layar lebar semakin digemari dan laris karena stasiun televisi setempat mulai memancarkan siaran TV dalam format layar lebar. Stasiun TV BBC, sudah membuat siaran dalam format layar lebar digital ini. Pada dasarnya, pada akhirnya teknologi penyiaran akan mengarah ke sana. Namun setiap negara memiliki kerangka waktu yang berbeda.

Bagaimana dengan Indonesia? Hingga saat ini, belum ada satu pun stasiun TV yang memancarkan siaran dalam format layar?lebar. Namun demikian kita sudah dapat membeli pesawat televisinya, karena di Indonesia pun sudah tersedia TV format demikian.

Yang perlu diingat, karena stasiun TV kita masih memancarkan siaran dalam format TV biasa (konvensional), maka penyajian gambar pada TV layar lebar akan mengalami penyesuaian. Adapun kemungkinan penyesuaian adalah sebagai berikut:

Pertama, menarik gambar ke samping kanan?kiri hingga memenuhi seluruh layar. Akibatnya, gambar akan mengalami distorsi. Wajah aktor atau aktrisnya kelihatan lebih gemuk karena melebar ke samping.

Kedua, Zoom in yaitu dengan memotong gambar bagian atas dan bawah. Gambar yang dihasilkan tidak mengalami distorsi, tetapi pada adegan close?up kepala jagoan film bisa terpotong.

Ketiga, menayangkan gambar pada format TV biasa (4:3). Akibatnya, timbul blok hitam vertikal di samping kiri?kanan.

Penyiaran televisi Indonesia menggunakan standard PAL, yang setiap detiknya mengirimkan 50 field. Setiap 2 field membentuk satu frame gambar. Dalam satu gambar mengandung 625 garis. Pada kenyataannya, dari 625 garis itu, tidak semuanya berisi informasi gambar. Hanya 572 yang berisi gambar, sisanya yang 49 garis tidak berisi informasi sama sekali.

Sedangkan pada siaran TV layar?lebar, hanya terdin dari 430 garis saja yang berisi informasi gambar. Sisanya, yang 195 membentuk blok hitam di bagian atas dan bawah. Jumlah garis yang lebih sedikit ini mempengaruhi kualitas gambar. Resolusi TV layar lebar lebih rendah atau gambarnya kurang tajam dibandingkan TV biasa.

Alasan orang membeli TV layar lebar karena rasio ukurannya serupa dengan di bioskop. Tetapi, selain TV layar lebar Anda dapat memakai TV layar besar untuk bioskop pribadi. Ukuran yang tersedia 22-36 inchi. Bedanya TV layar besar masih menggunakan rasio TV biasa. Angka 36 inchi merupakan panjang diagonal maksimal yang bisa dicapai tabung TV. Selebihnya itu pembuatan tabung TV akan semakin sulit dan mahal. Walau demikian, ukuran layar TV masih bisa diperbesar dengan cara memproyeksikan gambar pada layar yang lebih besar. Namun kualitas gambarnya tidak sebagus TV tabung dan terasa ada kedipan.

Sistem Suara

Pada saat memilih atau membeli TV, para calon pembeli selain melihat kualitas harga atau kelengkapan yang dimiliki, juga melirik kualitas suara TV. Kualitas suara seperti ini ditentukan oleh kekuatan dan jumlah speakernya (woofer)

Saat ini, dikenal ada dua pembangkit nada bas yaitu super wooffer dan sub woofer. Pada umumnya pemakaian super woofer adalah untuk mengangkat bas dari radio compo atau televisi yang mempunyai kekuatan keluaran suara kecil (di bawah 40 watt per kanal). Menurut pengamatan ir Doharto J. Simatupang, kualitas suara merupakan salah satu andalan (selling point) agar tetap eksis di pasar domestik. Namun berdasarkan perbandingan di antara berbagai merek TV, ia menemukan beberapa merk yang kurang pas, terlalu membesar-besarkan dalam mengklaim kekuatan output audio TV produknya (Suara Pembaruan. 15/7/96).

Bila belum puas terhadap tata suara yang built?in pada pesawat, Anda dapat membangun tata suara bioskop di rumah. Perangkat yang selalu dipakai adalah sub woofer yang bisa mengeluarkan daya sampai 100 watt.

Menurut Ir. Tjandra Ghozali, sub woofer terdiri dari atas dua macam, pasif dan aktif. Pasif artinya sub woofer ini membutuhkan tambahan amplifier dan Penapis Nada Rendah. Sedangkan yang aktif, amplifier dan penapisnya sudah built in di dalam kotak.

Dilihat dari sistem akustiknya, sub woofer terbagi dalam dua jenis yakni berlubang (port) dan yang rapat (sealed). Jenis yang rapat untuk menghasilkan nada bas yang rendah dan bulat, sedangkan jenis lubang untuk mendapatkan tekanan bas.

Dengan membangun tata suara yang berkekuatan besar, maka gemuruhnya gelombang tsunami siap menggetarkan gendang telinga Anda. Hanya yang perlu diingat: jangan menyetel volume suara di atas 98 desibel (dB), karena tekanan suara yang dahsyat mampu membuat pendengar muntah?muntah, kejang dan tidak mustahil meninggal dunia (Which?, June 1995).

Memilih Sub Woofer

Seperti telah disebut di atas, dilihat dari sistem akustiknya, sub woofer terbagi atas dua jenis: berlubang (port) dan rapat (sealed).

Bila menginginkan yang jenis lubang, perhatikan bunyi angin yang menerpa silinder lubang. Sub woofer yang bagus tidak menimbulkan siulan angin di lubangnya, sekecil apapun. Untuk jenis rapat, tidak boleh ada rembesan aliran udara di tiap sudut sambungan dan terminal. Juga tidak ada bunyi berderak saat bas bergetar.

Sub Woofer yang aktif, minimal harus mempunyai terminal masukan speaker stereo. Lebih baik lagi bila punya masukan RCA Mono/Stereo.