Tips Konsumen: MAU BUAT KOPI : ADA COFFEE MAKER

Sekali waktu, mungkin Anda merasa bosan dengan kopi instan. Walaupun praktis, tetapi dari hari ke hari rasanya selalu sama saja. Lalu, mengapa tidak mencoba meramu kopi sendiri? Lagipula ada coffee maker alias mesin pembuat kopi.

Dengan bantuan cofee maker – atau sering disebut juga mesin espresso – Anda bebas bereksperimen membuat kopi espresso yang kental dan mantap, kopi cappuccino panas dengan buih-buih susu di atasnya, atau kopi yang ‘nasgithel’ alias panas legi (manis), kenthel (kental). Pokoknya hingga didapat kopi yang kata iklan “pas nikmatnya”.

Dua Cara Kerja

Berdasarkan cara kerjanya, ada dua jenis mesin pembuat kopi, yaitu model tekanan (pressure models) dan model pompa (pump models).

Mesin tipe pertama, memanfaatkan tekanan uap panas untuk menyemprotkan air panas itu sendiri ke bubuk-bubuk kopi. Karena tekanan semprotnya tidak terlalu kuat, kopi dan air terlalu lama bersentuhan. Hasilnya adalah minuman kopi yang terasa agak pahit di lidah.

Kekurangan lain dari model ini adalah terbatasnya jumlah air yang dapat ditampungnya. Mesin hanya dapat membuat kopi sebanyak empat cangkir saja. Bila ingin tambah, maka harus mengisi tangki lagi dengan air dan menunggu hingga mendidih. Namun, harga mesin jenis ini lebih murah dibanding model pompa sehingga cocok untuk pemakaian rumah tangga.

Mesin jenis kedua memakai jasa pompa elektrik untuk memompa dan menyemprotkan air panas melewati kopi, dengan tekanan tinggi. Karena air melintasi kopi dengan cepat, hasilnya tidak sepahit pada mesin jenis pertama. Berkat adanya pompa ini pula, jumlah volume kopi yang diseduh bisa lebih banyak. Mesin ini jelas jauh lebih mahal. Makanya hanya dipakai untuk kepentingan komersial, seperti katering, restoran, cafe shop atau kedai kopi.

Mengamati Kinerja

Mengamati kinerja atau performansi suatu alat adalah menilai kemampuan unjuk kerja alat itu, apakah sesuai dengan standar, atau paling tidak dapat memenuhi kebutuhan kita. Kinerja mesin pembuat kopi dapat dinilai dengan lima aspek :

Pertama, waktu yang diperlukan untuk membuat dua cangkir kopi espresso. Mesin yang paling bagus dapat menyajikan kopi panas dalam waktu 3 menit. Sedangkan bila perlu waktu lebih dari 6 menit, mesin itu dinilai payah.

Kedua, temperatur yang tepat untuk membuat espresso. Mesin yang bagus dapat menyajikan kopi dengan panas sekitar 80 O C.

Ketiga, efisiensi penggunaan air, yaitu seberapa banyak air yang tersisa saat kopi telah siap saji. Jika banyak air yang menguap keluar, maka Anda akan lebih sering menambahkan air lagi. Berarti alat itu boros air.

Keempat, penampilan seduhan kopi yang dihasilkan. Agar tampak mengundang selera, secangkir kopi espresso harus mempunyai buih-buih berwarna karamel di permukaannya. Buih-buih ini timbul karena percampuran antara air panas, udara, dan minyak pada biji kopi. Bila buih-buih ini terlalu tipis, itu artinya espresso terlalu encer. Bila buih-buihnya berwarna gelap atau ada lubang di tengah-tengahnya, itu tandanya kopi dan air terlalu lama kontak. Rasanya lebih pahit.

Kelima, adalah temperatur yang diperlukan untuk membuat susu menjadi berbusa.

Feature yang Ada

Semua mesin pembuat kopi biasanya dapat digunakan untuk membuat espresso maupun cappuccino. Namun untuk membuatnya hingga mahir perlu beberapa kali praktek. Untuk membuat kopi espresso yang kental dan mantap, mesin harus menyemprotkan air dengan tekanan yang tinggi pada suhu 90 O C pada bubuk kopi. Espresso yang nikmat adalah yang punya buih-buih tebal.

Sedangkan untuk membuat cappuccino panas dengan susu yang berbusa, adalah dengan menuangkan uap pada susu cair dalam cangkir – lebih baik menggunakan cangkir stainless steel – menggunakan pipa uap di sisi samping mesin. Cangkir berisi susu ini harus terus dipegangi hingga uap panas menerpa susu dan mengocoknya.

Berikut ini beberapa feature yang biasanya terdapat pada mesin pembuat kopi :

Ø Pengocok susu (milk frothing), berfungsi mengocok susu hingga berbusa untuk membuat cappuccino.

Ø Pengatur uap panas (variable steam control), untuk menambah atau mengurangi jumlah uap panas.

Ø Pengatur kekentalan (variable strength), untuk mengatur kekentalan espresso. Bila feature ini tidak ada, Anda masih bisa mengatur kekentalan kopi dengan menambah atau mengurangi jumlah kopi yang dituangkan.

Ø Penyimpan kabel (cord storage), berguna untuk mengatur panjang kabel agar sesuai kebutuhan. Sisanya akan tersimpan rapi pada pada wadahnya. Dengan demikian akan mengurangi resiko kecelakan, misalnya tak sengaja terseret kaki karena ada kabel yang menjuntai.

Disain yang Merepotkan

Dari segi disain, ada beberapa kelemahan mesin pembuat kopi. Walaupun tidak mempengaruhi cara kerja mesin itu, tapi cukup mengurangi kenyamanan pemakaian bahkan ada yang merepotkan. Tidak adanya tanda atau angka pada tangki atau wadah airnya membuat pemakai susah memperkirakan jumlah yang dituangkan. Pada beberapa mesin model tekanan, biasanya disertai poci sebagai wadah kopi yang sudah siap saji. Tetapi karena mulut poci ada di sisi kiri pegangannya, hal ini merepotkan pemilik yang kebetulan bertangan kidal untuk menuangkan kopi ke cangkir. Kerepotan lainnya berasal dari filter dan tutupnya yang susah untuk dipasang

  • Share on Tumblr
klik