Tentara yang "Buta"
“Sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku”. (Matius 25:45)
Pada Perang Dunia II, hiduplah seorang kakek yang punya koleksi uang logam yang sangat langka di dunia. Dia takut tentara musuh akan merampas koleksinya. Karena itu, dia memasukkan koleksinya ke dalam karung kecil dan menyembunyikannya.
Dan benar, sepasukan tentara menerobos masuk rumahnya. Mereka menodongkan senjata ke arah keluarga itu sambil mencari koleksi yang sangat terkenal itu. Mereka membongkar lemari, mengeluarkan isi laci, mencari di dapur, di langit-langit, dan semua tempat yang dicurigai secara teliti. Tapi hasilnya nihil. Lalu dengan kecewa mereka pergi dan tak pernah kembali lagi.
Dimanakah koin itu? Ternyata kakek meletakkan karung berisi koin itu di tempat terbuka, di tempat yang bisa dilihat semua orang, yaitu di lantai ruang bawah tanah. Meski melihatnya, tetapi para tentara mengabaikannya karena mereka justru mencarinya di tempat tersembunyi.
Sebagaimana tentara yang “buta” itu, kita seringkali tidak melihat “harta” yang ada di depan hidung kita. Banyak orang Kristen yang rindu terjun di dunia pelayanan. Kita menunggu sebuah pelayanan “ideal” seperti yang ditampilkan di TV atau yang dimuat di majalah rohani. Tapi akhirnya kita hanya menunggu saja, karena kita mencarinya di tempat tersembunyi. Padahal, ladang pelayanan itu terhampar di depan hidung kita. Entah itu berupa orang gila yang lewat di depan hidung kita, pengemis yang menadahkan tangan kepada kita di lampu merah atau waria yang mengamen di depan warung kita.
Malam ini kita perlu memeriksa diri, mungkinkah ada “Yesus-Yesus” di sekitar kita, yang luput dari perhatian kita. Jangan sampai kita kehilangan “harta berharga” itu karena kita mengabaikannya.
Tuhan, beri aku kepekaan supaya aku bisa melihat harta yang Engkau anugerahkan kepadaku.
























