Tuhan tidak Butuh Orang Hebat
“Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh. Memang kamu tahu, bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu.” (1 Tesalonika 1:5)
Apakah Anda merasa tidak punya cukup kemampuan untuk melayani Tuhan? Jika jawabannya, ‘ya’, maka Anda tidak sendirian. Paulus juga merasa begitu. Meskipun punya otak cerdas, Paulus mengakui kalau dia tidak pandai berkhotbah,” Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar. Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh.” (1 Korintus 2:3-4). Bahkan pengkritiknya mengatakan:”perkataan-perkataannya tidak berarti.” (2 Korintus 10:10)
Susah dibayangkan memang, seorang rasul untuk orang non-Yahudi, orang yang paling banyak menulis surat-surat dalam Alkitab, yang membawa Injil ke Roma,dan yang merintis banyak gereja, tetapi menurut para pengkritiknya payah dalam berkhotbah!
Bagaimana itu bisa terjadi? Mengapa Tuhan memilih orang yang tidak bisa bicara efektif? Mengapa Tuhan tidak memilih orator ulung saja untuk menyampaikan kabar yang penting ini? Jawabnya, Tuhan memilih Paulus supaya orang lain melihat bahwa kekuatan pesan yang disampaikan Paulus bukan terletak pada kemampuan dirinya melainkan dari kekuatan adi kodrati.
Melayani Tuhan tidak harus selalu menjadi pengkhotbah. Kita bisa melayani Tuhan dengan, misalnya dengan menjadi pekerja sosial atau relawan untuk lembaga-lembaga sosial. Misalnya, kita bisa menjadi tenaga penyuluh sukarela tetntang bahaya AIDS, narkoba, atau aborsi di lingkungan kita. Tuhan tidak membutuhkan orang-orang yang hebat, karena dia sudah Maha Hebat. Tuhan hanya menghendaki kepercayaan dan ketaatan kita. (wwn)
Tuhan, pakailah aku dengan segala keberadaanku. Aku percaya dengan anugerah-Mu, aku bisa melakukan perkara besar.
Share























