Di dalam tulisan berjudul “Naskah Drama Natal“, saya mengumumkan tentang naskah drama yang saya tulis. Naskah tersebut berjudul “Mencuri Karung Santa.” Beberapa orang menghubungi saya dan menyatakan berminat untuk mementaskan naskah tersebut. Salah satunya adalah Agnes Dandel, Ketua Pelayanan Kategorial Anak GMIST Betlehem
Jakarta.
Tanggal 17 Desember, Agnes Dandel mengabari bahwa naskah tersebut sudah dipentaskan pada Acara Natal sekolah minggu di gerejanya. “Respon dari anak-anak sekolah minggu luar biasa. Mungkin pertunjukan drama ini bisa di bilang sukses,” tulis Agnes,” Trima kasih krn sudah berkenan mengirimkan naskah dramanya.”
Tak lupa dia mengirimkan foto-foto pertunjukkan drama tersebut.






Naskah drama tersebut pertama kali dipentaskan pada acara Bakti Sosial di sebuah Panti Asuhan Elizabeth di Salatiga. Anak-anak penghuni panti ini terbilang “istimewa” karena mereka adalah anak-anak dengan kebutuhan khusus, yaitu mengalami retardasi atau kelambatan perkembangan mental.
Sebenarnya semula saya ditugasi untuk bercerita di hadapan “anak-anak” (meski usianya lebih tua daripada saya, tapi mentalnya masih seperti anak-anak). Begitu tahu bahwa calon audiens saya adalah abak-anak dengan kebutuhan khusus, maka saya harus memutar otak. Saya tidak mungkin bercerita dengan metode konvensional. Maka saya ajak rekan-rekan sesama Guru Sekolah Minggu untuk mementaskan drama.
Ada kejadian lucu saat tokoh-tokoh raksasa yang menyeramkan tampil. Begitu muncul, sebagian penghuni panti langsung ketakutan. Bahkan ada yang berlari masuk ke kamarnya. Akan tetapi situasi dapat dikendalikan lagi.
Share
pertunjukan dramanya memang seru, membuat anak-anak sekolah miggu yg balita ketakutan, sampai anak balita ygh paling bandel jadi duduk diam krn melihat kostum2 dr para raksasa yang seram. Dramanya bagus, dan sangat menarik untuk anak2, mrk mendengarkan dgn baik pesan yang disampaikan oleh para pemain dramanya. saya memerankan Raksasa Egois, kostum saya warna ungu dgn rambut warna biru. Dan Saya adalah raksasa perempuan sendiri diantara raksasa laki2 lainnya.
Trims to P. Purnawan u/ naskah dramanya
God Bless
ya, saya setuju
Saya senang karena gereja Ibu mempercayakan naskah saya untuk dipentaskan. kalau dilihat dari kostumnya, jauh lebih baik di Jakarta daripada waktu kami pentaskan di Salatiga. Waktu itu, kami hanya memakai jubah rahib hitam yang mirip dengan jas hujan dengan penutup kepala.
Selamat melayani di Sekolah Minggu. Ini pelayanan yang sangat strategis karena berdimensi kekekakalan. Salam untuk semua GSM di sana.
Wawan