Footprints

Archive for: May 2009

BILA ESTROGEN PENSIUN

“Saya ini jarang sekali jatuh sakit. Tetapi begitu berusia 40 tahun, kesehatan saya sering terganggu. Kulit muka ini terasa panas dan muncul iritasi di kulit. Tengah malam sering terbangun, banyak berkeringat dan suasana batin cepat berubah. Untuk berkonsentrasi pun susah. Misal nya untuk membaca koran saja tidak betah lama-lama. Padahak kata dokter, saya tidak sedang sakit”

I

tulah keluhan yang sering dialami wanita yang sedang memasuki peri menopause, yaitu fase yang mengawali menopause. Bila sudah berusia lanjut, seorang wanita akan berhenti menstruasi atau haid karena tubuhnya sudah tidak memproduksi hormon estrogen. Inilah yang disebut menopause. Namun sebelum menopause tiba, ada waktu sekitar 4 tahun yang mengawalinya yaitu perimenopause. Saat itu ia masih mendapat haid tetapi mulai jarang dan tidak teratur. Ia akan mulai merasakan panas pada tubuh bagian atas atau tiba-tiba menggigil kedinginan. Ia pun menderita depresi dan susah tidur (insomnia). Kulitnya beriritasi dan dinding vagina mengering.

Apa yang harus dilakukan pada masa perimenopause ini? Santai saja. Perimenopause bukanlah penyakit, tapi hanya sekadar ketidak-seimbangan biologis. Jika gejala yang muncul masih ringan, para ahli menyarankan cukup mengubah gaya hidup saja. Caranya seperti ini:

Berhenti merokok. Rokok dapat memperparah rasa panas di tubuh bagian atas.

Memperhatikan makanan. Hindari makanan yang pedas, yamg banyak mengandung garam dan gula. Kurangi minuman yang beralkohol dan kafein. Kafein dalam teh, kopi atau cokelat akan menghambat penyerapan kalsium.

Olah raga teratur. Berjalan kaki selama 30 menit sudah cukup untuk merangsang sirkulasi darah.

Mengkonsumsi banyak sayur, buah, kalsium dan vitamin D. Minumlah 8 gelas susu kedelai sehari atau makan tahu dan tempe. Kedelai mengandung phytoestrogen yang dapat menggantikan hormon estrogen yang hilang.

Tetap sejuk. Jangan memakai pakaian dari bahan sintetis, tebal atau berlengan panjang. Sediakan air dingin. Bila terasa gerah minumlah air dingin itu dan percikkan di muka. Minumlah 8 gelas air putih sehari.

Santai. Lakukan relaksasi,meditasi, zikir atau pijat.

Tapi bagi sepertiga wanita, mereka mengalami gejala perimenopause yang berat. Bagi mereka, mengubah gaya hidup saja belum bisa meringankan “penderitaan”. Mereka membutuhkan sumber estrogen lain berupa Terapi Penggantian Hormon (Hormone Replacement Therapy-HRT). Tetapi terapi ini masih kontroversial karena berrisiko menimbulkan kanker payudara. Sumber estrogen juga bisa diperoleh dari pil KB. Selain bisa meringankan gejala perimenopause, pil KB juga bisa mencegah kehamilan karena pada masa itu menstruasi belum sama sekali berhenti. Pil KB ini cukup aman digunakan asalkan wanita itu cukup sehat dan tidak merokok.

Berhentinya produksi estrogen pada masa menopause tidak hanya menghentikan haid tetapi juga mempengaruhi kadar kolesterol. Selama ini estrogen berjasa menekan kadar kolesterol dalam darah. Sehingga ketika estrogen pensiun, maka kadar kolesterol meningkat pesat. Akibatnya wanita itu punya resiko terkena serangan jantung dan stroke.

Selain itu, absennya estrogen juga menyebabkan pengeroposan tulang (Osteoporosis)yaitu penurunan massa tulang: Akibatnya tulang menjadi ringkih sehingga mudah retak atau patah. Proses ini memang lazim dialami oleh manula baik itu pria atau wanita, akan tetapi setelah menopause, wanita mendapat gangguan lebih banyak. Selama 6 tahun sesudah menopause, wanita bisa kehilangan sepertiga massa tulangnya. Bila ini terjadi ia merasa nyeri yang hebat di tulang belakang, pinggang, pinggul dan pergelangan tangan. Ia juga merasakan tubuhnya semakin ringkih dan membungkuk karena tulang belakangnya memendek.

Bagaimana mencegah pengeroposan tulang? Cara yang terbaik adalah dengan mengkonsumsi kalsium pada usia belasan tahun. Zat ini berjasa membentuk tulang secara optimal. Kebutuhan kalsium orang dewasa adalah sekitar 800 – 1000 mg/ hari. Sedangkan untuk manula di atas 50 tahun, mereka membutuhkan 100 mg kalsium per hari. Sumber kalsium bisa didapat dari susu, keju dan kedelai.

Sedangkan bagi manula yang ingin mencegah osteoporosis, simaklah tips-tips berikut ini:

  • Berhenti merokok, tidak minum alkohol dan yang mengandung kafein.
  • Berolahraga secara teratur agar tulang tidak kaku. Jenis olah raganya yang ringan saja seperti berjalan santai, jogging atau bulutangkis.
  • Hilangkan faktor-faktor yang dapat membuat Anda jatuh. Kisahnya lantai yang licin, sandal yang mudah selip, ruangan yang kurang cahaya den benda-benda yang membuat Anda tersandung. Selain itu pasanglah pegangan yang kokoh di kamar mandi, WC dan tangga rumah. Hindari obat-obat psikotropika karena membuat Anda limbung.

Rumah Teletubbies

Bentuk rumah ini lucu. Bulat-bulat mirip bakpao raksasa tengah dijemur di tengah lapangan. Resminya, rumah ini berbentuk dome atau kubah, tapi warga sekitar lebih suka menamainya “rumah teletubbies” karena mengingatkan bentuk rumah serial acara anak-anak pada televisi Indosiar.

Rumah-rumah ini dihuni oleh warga dusun Nglepen, desa Sumberharjo, kecamatan Prambanan, Yogyakarta. Akibat gempa bumi 27 Mei 2009, tanah di dusun yang berada di lereng bukit kapur ini ambles dan tidak mungkin dihuni lagi karena sangat berbahaya. Satu-satunya pilihan adalah relokasi ke tempat lain. Mereka mendapat pinjaman tanah kas desa selama 3 tahun.
Rumah Dome

Lalu datanglah LSM WENGO yang menawarkan pembuatan rumah bagi mereka. Syaratnya, rumah itu harus berbentuk dome karena konstruksi ini telah terbukti mampu bertahan dari guncangan gempa dan hempasan angin topan. Suatu ketika di Arizona, A.S., terjadi gempa bumi yang dahsyat yang meluluhlantakkan bangunan-bangunan di sana. Tapi ternyata ada satu bangunan yang tetap kokoh berdiri, yaitu bangunan yang berbentuk kubah. Hal ini mendorong ilmuwan untuk meneliti kekuatan dan kelebihan konstruksi dome.
Rumah Dome

Pembangunan rumah dikerjakan sendiri oleh LSM Amerika ini karena mereka tidak percaya pada pemerintah Indonesia. Mungkin takut dikorupsi seperti yang terjadi pada proyek rekonstruksi di Aceh. Penataan rumah-rumah sangat rapi jali. Fasilitas umumnya juga lengkap, melingkupi musholla, poliklinik desa, aula, listrik, air bersih dan akses jalan masuk. Sayangnya, jaringan telepon belum masuk.

Pada mulanya, penghuni rumah dome ini tidak merasa kesulitan menyesuaikan diri. Mereka terbiasa dengan ruangan yang berbentuk persegi. Namun lama-kelamaan hal itu tidak menjadi masalah lagi bagi mereka. Masalah lain yang muncul adalah soal dapur. Rumah ini dirancang menggunakan kompor gas. Padahal masyarakat masih menggunakan kayu sebagai alat pembakaran. Maka mereka terpaksa membuat bangunan baru di belakang dapur supaya dapat memasak menggunakan kayu bakar.
Rumah Dome

Persoalan lain yang akan segera muncul adalah masalah kepemilikan tanah. Lokasi rumah-rumah ini menempati tanah kas desa. Mereka hanya diberi waktu 3 tahun untuk menempatinya. Sampai sekarang para penghuni belum tahu kelanjutan nasib rumah mereka. “Kami berharap pemerintah bersedia menghibahkan tanah yang kami tempati sebagai hak milik,” harap Sukirna, salah satu penghuni rumah dome itu.
Rumah Dome

NB: Saya telah mengambil video rumah dome ini. Silakan lihat dengan mengklik link berikut ini: