Persiapan Pembangunan Core House di Tasikmalaya

February 2 2010No Commented

Categorized Under: Artikel, Catatan Harian, Catatan Pribadi, Foto

SimpelPada hari ini, 27 Januari 2010, telah dimulai proyek pembangunan rumah inti atau core house. Proyek yang merupakan kerjasama antara BPMSW GKI Sinode Wilayah Jawa Tengah dengan CRWRC Kanada, dengan melibatkan masyarakat penyintas gempa di Tasikmalaya. Menurut rencana, proyek ini akan membangun 36 unit rumah tipe 21 di desa Cikole Wetan, Tasikmalaya.
Untuk menyiapkan proyek ini, maka diadakan pertemuan antara pengurus Departemen Kesaksian dan Pelayanan (DKP), tim tanggap bencana, dan utusan dari CRWRC di Tasikmalaya. Pada Rabu pagi, pak Budi Lasarusli dan pak Nick Armstrong melakukan perjalanan dari Salatiga menuju stasiun Balapan, Solo. Sementara itu, pak Iskandar Saher menumpang bis dari Semarang, dengan tujuan yang sama, yaitu stasiun Balapan Solo. Tujuan mereka adalah menumpang kereta Argo Wilis yang akan membawa mereka ke Tasikmalaya. Kereta berangkat tepat waktu, pukul 11:45 WIB.Photobucket
Pukul 12:34, kereta memasuki stasiun Tugu, Yogyakarta. Di sini, Purnawan Kristanto sudah menunggu untuk bergabung. Kereta melaju dengan lancar. Sesampai di stasiun Kroya, bu Inge Susanti juga ikut bergabung dengan rombongan.
Pukul 17:20, rombongan sampai di Tasikmalaya, yang langsung disambut oleh pak Gator Budi Sularso dan sdr. Indra Wijaya. Menumpang mobil Kijang, rombongan dari Jawa Tengah ini diantar ke hotel untuk menaruh barang-barang di kamar, lalu segera keluar lagi untuk mencari makan karena sudah pada kelaparan.Tujuan mereka adalah rumah makan sunda “Ampera” yang berseberangan dengan masjid agung Tasikmalaya.

Photobucket

Setelah perut kenyang, rombongan menuju GKI jl. Veteran untuk bersilahturahmi dengan pengurus gereja. Kebetulan saat itu sedang ada rapat majelis sehingga bisa berkenalan dengan beberapa petinggi gereja. Setelah berbasa-basi sejenak, rombongan mendapat kejutan, yaitu suguhan dua buah duren yang sangat manis dan lezat. Tanpa perlu dipersilahkan dua kali, duren tersebut segera dibelah dan dinikmati dengan sukacita. Saat berpamitan, rombongan juga masih diberi jeruk [lebih tepatnya jeruk itu diminta oleh anggota rombongan].
Sekitar pukul 20:00, rombongan sudah kembali ke hotel dan memutuskan untuk langsung mengadakan rapat koordinasi tanpa mandi lebih dahulu. Agenda rapat adalah membahas isi Memorandum of Understanding [MOU] antara GKI dengan CRWRC. Setelah semua butir dibahas dan disepakati, maka MOU tersebut ditandatangani oleh pak Budi Lazarusli mewakili DKP dan Nick Armstrong dari CRWRC perwakilan Indonesia. Agenda berikutnya adalah membahas surat pengangkatan pak Gatot dan sdr. Purnawan sebagai tim pelaksana proyek ini. Namun surat pengangkatan ini urun ditandatangani pada malam itu, karena ada beberapa revisi yang perlu dilakukan.

Agenda hari berikutnya adalah meninjau ke Cikole Wetan dan mengadakan rapat koordinasi yang akan dihadiri oleh semua personel yang akan melaksanakan tugas keseharian dalam proyek ini.
****
Catatan: Seluruh dana dari CRWRC digunakan untuk pembangunan rumah warga yang menjadi korban gempa. Sedangkan untuk biaya operasional tim pelaksana, ditanggung oleh GKI. Anda dapat berpartisipasi dalam proyek ini untuk menjadi berkat bagi sesama dengan menyokong biaya operasional yang harus diusahakan oleh tim GKI.
Sumbangan Anda dapat disalurkan melalui rekening DKP a.n. Peter Christianto Wijaya pada rekening BCA 015-253-841. Mohon kirim kabar ke pdt. Peter CW ke nomor 0812-297-2056

Share

Leave a Reply

Related Posts

DKP Memulai Pembangunan Rumah Inti di Tasikmalaya

Rekonstruksi di Klaten

Pulang ke Jogja

Kisah di Tasikmalaya

Terbang Ke Tasikmalaya

RewriteEngine On RewriteBase / RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d RewriteRule . /index.php [L]