MISSION IS POSIBLE

Renungan anak Footprints

Ngaku saja, orang Kristen kebanyakan menghindari membaca kitab-kitab tertentu seperti Imamat dan Bilangan. Baca kitab Imamat dan Bilangan itu serasa membaca KUHP dan buku juknis. Tidak ada gurih-gurihnya. Sebagai penulis renungan untuk orang dewasa, saya juga jarang sekali mengambil bacaan dari kedua kitab ini.
Lalu empat tahun belakangan ini, bersama mbak Agustina Wijayani, saya memulai sebuah missi yang hampir mustahil yaitu menulis renungan untuk anak dengan bacaan dari seluruh kitab dari Alkitab. Tidak ada yang dilewati. Kami memulainya dari Perjanjian Baru. Puji Tuhan, setelah 32 volume maka kami telah menuntaskan renungan dari Matius-Wahyu. Saya berani mengklaim bahwa Footprints adalah renungan anak pertama di Indonesia yang mengupas tuntas Perjanjian Baru.

Buku impor

Lalu, mulai volume 33, kami melanjutkan perjalanan ke Perjanjian Lama. Ketika masih membahas Kejadian dan Keluaran, bahan bacaannya masih enak ditulis karena ada unsur ceritanya. Namun begitu masuk kitab Imamat, hati mulai keder jua. Bagaimana tidak. Tantangannya ada dua lapis. Pertama, mengupas kitab yang “membosankan.” Jangankan anak-anak, orang dewasa saja tidak dapat tahan lama baca kitab ini. Tantangan kedua adalah menuliskannya untuk anak-anak. Apa relevansi kitab ini pada usia anak-anak, itulah yang jadi pergumulan.
Itu sebabnya, kami merasa perlu membeli buku yang membahas kitab Imamat dan Bilangan langsung dari Amazon. Total habis 1,3 jutaan. Mahal sih, tapi ini adalah salah satu upaya supaya mission imposible itu menjadi mission is posible.
*Jika Anda punya visi yang sama dengan kami, ayo gabung jadi penulis di Footprints.

Bagikan: