Footprints

Tag: komunikasi

Lima Jurus Berkomunikasi

Sebagian besar bagian kehidupan kita adalah untuk berkomunikasi. Tak heran jika jalan hidup kita juga banyak dipengaruhi oleh cara kita berkomunikasi. Itu sebabnya, alangkah baiknya jika kita menguasai jurus-jurus dalam berkomunikasi.
·Jurus 1: Segala sesuatu yang kita lakukan adalah berkomunikasi. Cara Anda berbicara, berpakaian, duduk, menguap, apa saja yang Anda lakukan hari ini adalah bentuk dari komunikasi. Komunikator yang buruk memfokuskan diri pada perasaan dan pikirannya sendiri. Komunikator yang baik memberikan perhatian pada segala sesuatu yang dikomunikasikan orang lain—baik verbal atau non-verbal.
·Jurus 2: Cara kita memulai pesan sering menentukan hasil komunikasi. Jika kita tidak berhati-hati, maka beberapa kata pertama yang kita ucapkan dapat membuat orang lain malah menutup diri dan menolak berkomunikasi dengan kita. Komunikator yang baik akan berpikir masak tentang bagaimana, kapan dan dimana akan menyampaikan maksudnya.
Jurus 3: Cara pesan disampaikan selalu berpengaruh terhadap cara pesan itu diterima. Bagaimana cara kita mengatakan sesuatu sering jauh lebih penting ketimbang apa yang kita katakan.
Komunikator yang baik selalu memperhatikan bahasa tubuh dan nada suaranya. “Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran.” (Amsal 21:23)
·Jurus 4: Komunikasi yang sesungguhnya adalah pesan yang diterima, bukan pesan yang dikirimkan. Pernahkan Anda berkata begini, “Bukan itu maksud saya. Yang saya maksudkan begini…..” Pesan yang kita sampaikan ada kemungkinan dipahami secara berbeda dengan yang kita maksudkan. Hal ini terjadi karena kita tidak memahami “dunia” orang itu. Komunikator yang baik selalu mencari tahu kerangka acuan dan pola pikir komunikannya. Dengan begitu, dia dapat mengemas pesan sehingga sesuai dengan “dunia” orang itu.
Jurus 5: Komunikasi adalah jalan dua arah. Kita harus memberi sekaligus menerima. Dalam bekomunikasi, kita tidak boleh hanya menyampaikan pesan-pesan kita saja. Akan tetapi kita juga wajib menerima pesan yang disampaikan oleh lawan komunikasi kita. [Purnawan/adaptasi dari Komunikasi Sebening Kristal]

Ada Banyak Cara untuk Berkencan

Setiap mendengar kata berkencan, Anda mungkin membayangkan suasana makam malam yang temaram, hanya diterangi cahaya lilin dan iringan musik lembut. Ya, itulah salah satu cara berkencan. Tapi masih ada cara kreatif lain untuk berkencan:

Kencan makan: Kunjungi tempat makan yang unik dan asyik. Saya dan isteri saya senang mencoba masakan di rumah makan yang baru. Anda tidak harus mengunjungi rumah makan yang mahal. Yang penting carilah tempat yang memberikan privacy untuk Anda.

Kencan kebugaran. Untuk menjaga kesehatan tubuh, Anda bisa berolahraga bersama. Misalnya jalan pagi bersama, bermain bulutangkis berdua atau bersepeda berdua.

Kencan berfoto. Pergilah ke tempat favorit Anda. Bawalah kamera digital dan tripod. Dengan pengatur waktu (timer) dan tripod, Anda dapat berfoto bersama. Berposelah dengan bebas bersama pasangan Anda. Segera cetak, kemudian susunlah foto-foto itu di albumnya, disertai dengan tulisan komentar Anda dan pasangan Anda.

Kencan berjalan-jalan di toko. Hampir semua toko menghias etalase dengan indah. Ini dapat Anda manfaatkan untuk berkencan. Telusuri lorong-lorong pertokoan dengan berjalan kaki. Untuk menghidari godaan berbelanja, jangan membawa banyak uang dan tinggalkan kartu kredit Anda.

Kencan memasak. Carilah menu masakan yang menarik minat Anda dan pasangan Anda. Pergilah berbelanja bersama, lalu praktikkan menu tersebut di rumah Anda.

Kencan berkebun. Pergilah ke toko bunga. Belilah bunga yang menarik, kemudian tanam bersama di taman rumah Anda.

Catatan: Jika Anda berkencan di rumah, maka Anda harus ‘menyingkirkan’ semua gangguan. Matikan HP, telepon dan televisi. Titipkan anak-anak pada famili. (Purnawan)