Footprints

Tag: praktis

Menempelkan Video ke Blog

Sumber: Ehow.ComZaman saya masih kuliah dulu, kamera video masih menjadi barang yang langka dan ekslusif. Mahasiswa yang menenteng camcoder [camera recorder] akan berjalan dengan dada tegap di depan mahasiswa dan [terutama] mahasiswi lain.

Dua dekade kemudian, kamera video sudah menjadi barang yang biasa ditemui dimana-mana. Seiring dengan semakin murah harganya, kamera video dapat dijangkau oleh orang-orang yang tidak menekuni dunia penyiaran atau film. Bahkan dengan tekonologi konvergensi, maka fungsi video juga sudah ditanamkan pada kamera foto digital, smartphone, PDA, atau handphone.

Perubahan ini membawa pengaruh dalam berbagai aspek. Dunia akan semakin transparan karena peristiwa-peristiwa di berbagai tempat dapat direkam oleh orang yang memiliki kamera video. Dampak lainnya adalah munculnya kebutuhan untuk mengunggah dan memajang video.

Ada beberapa blog yang sengaja tidak memberikan kesempatan kepada user-nya untuk mengunggah video secara langsung. Pertimbangannya adalah untuk menghemat ruang penyimpan dan mengirit bandwith. Sebab jika semua user mengunggah file yang besar, maka pengelola blog harus mengeluarkan uang ekstra untuk menyewa ruang dan bandwith yang lebih besar kepada penyedia hosting.

Saat ini memang sudah ada beberapa situs khusus yang memberi layanan video streaming. Namun itu dirasa kurang cukup karena tidak memberikan ruang yang leluasa untuk menulis kisah di balik pengambilan video itu. Di sisi lain, kebutuhan menulis sudah dapat diwadahi dengan fasilitas blog. Maka yang dibutuhkan adalah “jembatan” yang menghubungkan antara blog dengan situs video streaming.

Dalam tulisan berikut akan diberikan panduan praktis untuk mengunggah video situs gratisan, kemudian menempelkannya pada blog. Kelebihan cara ini adalah menghemat kapasitas simpan dan bandwith. Kekurangannya, jika situs video dihapus, diblokir atau mengalami gangguan, maka video pada blog tak dapat diakses.

Cara pertama: menggunakan Youtube

1. Syarat utama, Anda harus mendaftar pada situs ini. Jika Anda memiliki akun email gmail, maka Anda dapat lebih mudah dalam proses pendaftarannya.

2. Log in, lalu klik tombol “upload” yang berwarna kuning di sebelah kanan atas layar. Anda akan dibawa pada halaman baru, kemudian klik “upload video“, pilih video yang akan diunggah, lalu ikuti petunjuk berikutnya sampai selesai.

Photobucket

3. Jika proses pengunggahan sudah selesai, klik video tersebut. Lihat kotak yang ada di sebelah kanan. Letakkan kursor pada tulisan di sebelah “Embed”, seleksi semua [ctrl+A], setelah salin [Ctrl + C]

Photobucket

4. Masuklah ke blog Anda. Buat tulisan baru. Jika sampai pada bagian untuk meletakkan video, pindahlah ke mode plaintext, dengan mengklik tombol “HTML”. Rekatkan kode HTML dengan menekan tombol ctrl+V.

5. Publish tulisan Anda.

Cara Kedua: Menggunakan Facebook

Jika Anda pengguna Facebook, Anda juga dapat menempelkan video pada blog Anda. Berikut langkah-langkahnya:

Photobucket

1. Log in ke Facebook, lalu klik “Profil”, lalu tab “Video”

2. Klik tombol “Unggah”, lalu pilih video yang akan diunggah.

Photobucket

3.Langkah ini perlu Anda perhatikan: Anda dapat mengatur siapa saja yang dapat melihat video Anda. Secara default, Facebook menetapkan siapa saja bisa melihat video ini. Jika Anda memilih opsi “Hanya Teman”, maka hanya teman Facebook Anda yang bisa melihat. Ketika dipasang pada blog Anda, jika Anda pengunjung yang bukan teman Anda, maka dia tidak dapat melihat video Anda.

4. Setelah proses pengunggahan berhasil. klik video tersebut. Gulunglah layar komputer ke bawah dan cari link “Cantumkan video ini”. lalu klik.

5. Lalu muncul layar pop up. Letakkan kursor pada tulisan di sebelah “Embed code“, seleksi semua [ctrl+A], setelah salin [Ctrl + C]

Photobucket

6. Ikuti langkah ke-4 dan ke-5 di atas.

Semoga bermanfaat.

Berikut salah satu contoh hasil penempelan video:

Sumber gambar: Pribadi dan www.ehow.com

Tips Memasang Gambar di Blog

Ada ungkapan: “Gambar dan foto bisa mewakili lebih dari seribu kata-kata.” Keindahan sebuah pantai akan tergambar dengan jelas lewat selembar foto. Kemeriahan dan kegembiraan sebuah jemaat yang merayakan Natal bisa kita rasakan dengan melihat hasil jepretan foto.

Demikianlah, begitu vitalnya foto bagi dalam blog. Coba bayangkan betapa menjemukannya sebuah blog yang tidak dihiasi foto sama sekali. Lebih jauh lagi, fungsinya tidak sekadar mempermanis penampilan saja, tetapi foto juga mengisi kekurangan yang tidak bisa diisi oleh kata-kata. Jika Anda ingin menunjukkan kerusakan akibat gempa bumi, Anda cukup menunjukkan puing-puing rumah yang ambruk. Itu sudah menunjukkan kedahsyatan dari guncangan gempa tersebut.
Foto sanggup menyajikan fakta secara relatif lebih realistik dan objektif. Foto sanggup membuat pembaca percaya bahwa suatu peristiwa benar-benar terjadi. Itu sebabnya kita perlu menambahkan unsur foto dalam blog sebab foto dapat melukiskan dan merekam sebuah peristiwa secara tepat.
Kalau Anda memiliki blog yang berbayar (bukan gratisan), maka Anda akan mendapati kenyataan bahwa ruang penyimpan di server itu terbatas. Kalau Anda sering mengunggah gambar, maka mungkin anda harus mengeluarkan uang ekstra untuk menyewa kapasitas penyimpanan yang lebih besar.
Untuk itu kita dapat mengakalinya dengan teknik pantulan. Ibarat sedang bermain billiard, kita dapat memasukkan bola dengan menyodok bola sasaran secara langsung, atau dengan memantulkan pada dinding meja lebih dulu sebelum membentur bola sasaran. Kita melakukan teknik pantulan dengan cara menempatkan foto-foto kita pada penyedia jasa penyimpan foto gratisan seperti Photobucket, Flickr dan Picasa. Setelah itu kita mentautkan gambar atau foto ini ke blog kita.
Berikut cara mentautkan gambar/foto ke blog kita:
1. Photobucket:
a. Unggah foto ke Photobucket.
b. Arahkan pointer mouse ke thumbnail gambar yang akan ditautkan. Secara otomatis akan muncul pop up yang memunculkan kode-kode HTML.
c. Seleksi semua tulisan yang ada pada kotak di bawah tulisan “HTML Code”.
d. Salin teks itu dengan menekan tombol CTRL+C.
e. Selanjutnya ikuti langkah menyalin kode ke blog.
Photobucket
2. Flickr
a. Unggah foto ke Flickr.
b. Klik gambar yang akan ditautkan sehingga tampil dalam ukuran penuh.
c. Lihat tulisan “share this” pada posisi kanan atas gambar. Secara otomatis akan muncul pop up yang memunculkan kode-kode HTML.
d. Klik “Grab the HTML”
e. Seleksi semua tulisan yang ada pada kotak di bawah tulisan “Grab the HTML”.
f. Salin teks itu dengan menekan tombol CTRL+C.
g. Selanjutnya ikuti langkah menyalin kode ke blog.
Photobucket

3. Picasa:
a. Unggah foto ke Picasa.
b. Klik gambar yang akan ditautkan sehingga tampil dalam ukuran penuh.
c. Lihatlah samping kanan gambar/foto. Terdapat tulisan “Tautkan dengan foto ini”. Klik link ini sehingga muncul dua tulisan: “Taut” dan “Sematkan Gambar” (lihat gambar).
d. Sorot kotak yang ada di bawah tulisan “Sematkan gambar” sehingga seluruh isinya telah diblok. Kemudian pada keyboard tekan CTRL+C bersama-sama.Selanjutnya ikuti langkah menyalin kode ke blog.
Photobucket
Menyalin Kode ke Blog
  • Sekarang masuklah ke blog Anda dan buatlah posting baru seperti langkah biasa.
  • Pada text editor di beralihlah ke mode plain text dengan mengklik tab “HTML” Maka Anda memakai mode plain text.
  • Letakkan kursor pada kotak putih (Badan/Isi Utama), kemudian tekan CTRL+V (atau paste). Maka pada kotak ini akan terlihat tulisan dalam bentuk kode HTML. Tidak usah bingung.
  • Untuk melihat dan mengatur gambar/foto, kembalilah ke mode “rich text” dengan mengeklik tab “Visual.” Maka gambar akan muncul. Jika tidak bisa muncul berarti ada yang salah.
  • Selanjutnya Anda dapat mengatur ukuran gambar maupun posisinya.