Saya pernah menulis tentang sistem informasi SMS massal. Dengan alat dan program tertentu, kita dapat mengirimkan SMS ke ribuan nomor dengan waktu yang [hampir] bersamaan. Akan tetapi sistem ini masih ada kekurangannya. SMS ini bersifat satu arah. Satu orang mengirimkan ke banyak. Jika ada pihak yang merespon, maka SMS itu hanya diterima oleh operator sistem tersebut. Penerima yang lain tidak bisa membacanya kecuali si operator mengirim ulang ke semua penerima.
Lalu muncul gagasan untuk mengadopsi sistem milis di internet dimana posting yang dikirim ke seseorang bisa diterima oleh semua anggota. Balasan yang dikirim seseorang bisa juga diterima oleh semua anggota grup. Bagaimana jika sistem itu ditiru untuk komunikasi via SMS? Saya membayangkan sistem seperti ini akan bermanfaat untuk memudahkan komunikasi antar anggota komunitas, terutama untuk membahas masalah-masalah tertentu. Sebagai contoh, gereja yang menganut sistem prebesterian terkenal dengan hobi rapat. Hampir semua persoalan harus diputuskan melalui rapat. Akibatnya banyak waktu, tenaga dan dana yang tersita “hanya” untuk membahas dan membuat keputusan atas persoalan yang sepele. Dengan sistem SMS yang sirkular ini, maka persoalan-persoalan sederhana dapat diputuskan lewat ujung jari saja, yaitu dengan menyentuh tombol HP.
Berkaitan dengan itu, saya mengajukan gagasan tentang SMS grup yang memanfaatkan fasilitas notifikasi dari Twitter. Tulisan ini masih delam tataran konseptual karena saya belum pernah mengaplikasikannya. Saya berharap ada yang berminat untuk mencobanya atau mengembangkannya lebih baik lagi.

Dalam media sosial Twitter, kita bisa mengaktifkan pemberitahuan lewat SMS atas update status orang yang kita “follow.” Misalnya, saya follow Ika dan mengaktifkan notifikasi, maka setiap kali Ika melakukan update statusnya, maka saya akan dikirimi SMS oleh Twitter. Isinya tentang status Ika yang terkini.
Membangun Grup
Untuk membangun sistem grup ini maka setiap orang harus punya HP, pulsa yang cukup dan akun twitter. Langkah pertama adalah membuat daftar yang berisi nama orang-orang yang akan masuk dalam grup SMS ini. Selanjutnya setiap orang dalam daftar tersebut harus punya akun di twitter. Lazimnya, orang membuat akun twitter menggunakan akses internet di website twitter. Akan tetapi jika tidak sambungan internet, akun baru itu bisa dibuat dengan perintah SMS. Berikut ini caranya:
- Ketik SMS dengan pesan “START” dari nomor HP yang akan digunakan, lalu kirim ke nomor 89887
- Tunggu balasan dari Twitter. Anda harus membalas dengan pesan “SIGNUP”
- Tunggu balasan dari Twitter yang akan meminta Anda memilih “username.” Pilih username yang unik dan tidak lebih dari 15 karakter.
- Twitter akan memberitahu apakah nama yang Anda pilih sudah ada yang memakai atau belum. Jika sudah ada yang memakai, maka Anda harus membuat username yang baru.
- Pilih kata sandi (password)
- Selesai.
Setelah semua anggota punya akun, maka langkah selanjutnya adalah saling follow. Setiap anggota grup harus di-follow dan mem-follow setiap anggota yang lain. Gambarannya sebagai berikut (Gambar panah menunjukkan “memfollow”)

Untuk “follow” seseroang, bisa dilakukan lewat internet. Caranya, klik tombol “Follow” yang berada di bawah profilnya. Alternatifnya adalah dengan mengirimkan perintah SMS dengan kode “FOLLOW username” kirim ke 89887. Alternatifnya adalah lewat SMS. Jika Anda ingin mengikuti @purnawan_k, maka Anda cukup mengetik SMS: ‘FOLLOW username’, sehingga menjadi “FOLLOW purnawan_k” lalu kirim ke 89887
Jika semua anggota sudah saling mengikuti (mem-follow dan di-follow. Jangan sampai ada yang terlewatkan), maka selanjutnya setiap akun twitter harus segera dilindungi dari intipan orang lain. Caranya dengan Setting>>Tweet Privacy >> beri tanda cek pada “Protect my tweets”

Dengan pengaturan ini maka orang di luar grup tidak bisa mem-follow akun anggota grup. Dengan demikian, isi percakapan tidak bisa diintip oleh orang lain.
Langganan SMS
Langkah berikutnya adalah mengaktifkan langganan SMS untuk semua anggota. Setiap anggota harus berlangganan pemberitahuan SMS untuk semua update dari semua anggota grup. Contohnya begini: Ada satu grup berisi 3 orang. Orang A harus berlangganan ke Orang B dan Orang C. Selanjutnya Orang B harus berlangganan ke Orang A dan Orang C. Orang C pun demikian, dia harus berlangganan ke Orang A dan Orang B. Bagaimana caranya?
Sekali lagi ada dua pilihan cara. Pertama lewat internet. Lihat profil orang yang bersangkutan, lalu klik tombol dengan simbol HP di bawah picture profilnya. Jika warnanya berubah hijau, berarti berhasil.

Pilihan kedua adalah dengan mengiriman SMS ke 89887 dengan teks “GET username.”
Cara Pemakaian
Sekarang sistem sudah siap. Cara menggunakannya cukup mudah. Anggota grup cukup mengirimkan SMS ke nomor 89887. Dengan melakukan ini, sebenarnya dia sedang melakukan update di status Twitter. Misalnya, “Setujukan kita menjual almari inventaris?”
Maka secara otomatis, Twitter akan mengirimkan pesan ini ke semua followernya yang berlangganan SMS, yaitu anggota grup. Jika ada anggota grup yang membalas, dia akan mengirimkan ke nomor yang sama (89887). Yang kemudian akan tersebar juga ke semua anggota grup. Nah, dengan demikian maka sistem milis sudah teraplikasi lewat SMS, bukan?
Kelebihan:
- Keserempakan. Dengan pengiriman satu SMS maka semua anggota grup menerima pesan yang sama.
- Tidak membutuhkan admin. Dalam sistem SMScaster, maka dibutuhkan operator untuk mengirim ulang SMS yang dikirim satu anggota ke anggota lain.
- Menghemat waktu dan biaya. Anggota grup tidak perlu sering-sering rapat. Untuk masalah-masalah yang sederhana dapat diputuskan lewat komunikasi SMS ini. Tentu saja ini menghemat ongkos transportasi dan konsumsi.
- Ramah lingkungan. Berkurangnya frekuensi rapat berarti ada pengurangan pemakaian kertas undangan, AC dan bahan bakar fosil untuk transportasi. Ini akan mengurangi kerusakan lingkungan.
- Tidak dibutuhkan peralatan canggih. Hampir semua orang sudah punya HP. Bahkan HP yang paling kuno sekalipun masih bisa digunakan sepanjang bisa untuk mengirim dan menerima SMS.
- Diskusi terdokumentasi dengan baik. Dengan hanya memakai HP, maka percakapan lewat SMS tidak akan banyak tersimpan karena memori HP yang terbatas. Namun dengan cara ini, maka percakapan dalam grup ini bisa dilacak dengan membuka akun twitter yang bersangkutan lewat website.
Kekurangan
- Pulsa setiap anggota grup akan terpotong. Besarannya bervariasi. Rata-rata sekitar Rp. 5000,- (lima ribu rupiah) per bulan. Tetapi jika dibandingkan dengan penghematan karena rapat, angka 5 ribu ini sebenarnya tidak ada artinya.
- Sistem ini sangat tergantung pada Twitter. Jika servernya sedang down, maka sistem ini tidak dapat digunakan. Atau jika server sedang bekerja keras, maka pengiriman SMS ini mengalami penundaan.
- Jumlah karakter yang bisa dikirim sangat terbatas. Hanya 140 karakter. Jika pesan yang akan dikirim panjang, maka anggota grup bisa mengirimkan secara bersambung, mirip dengan orang yang memberi kultwit. Caranya dengan penomoran setiap pesan.
Sekali lagi, sistem ini masih dalam taraf gagasan. Jika ada yang berminat mencobanya, saya akan menyambutnya dengan gembira. Jangan lupa, mohon tuliskan hasil pengalaman Anda dan kirimkan ke saya supaya bisa disharingkan ke banyak orang. Selamat mencoba.




















